SMK Matesih Dilengkapi Perhotelan

Karanganyar, Jumat (03/10/2014)

Bupati Juliyatmono disampingi Wakil Bupati Rohadi Widodo saat peletakan batu pertama SMKN Matesih, Kamis (02/10)

Bupati Juliyatmono disampingi Wakil Bupati Rohadi Widodo saat peletakan batu pertama SMKN Matesih, Kamis (02/10)

Berdirinya SMK Negeri Matesih nantinya akan dilengkapi restoran, penginapan dan laboratorium sebagai pendukung kabupaten vokasi. Tak hanya itu saja, dibuka paket keahlian antara lain, perhotelan, tata boga dan mulitimedia untuk menyiapkan tenaga terampil melalui industri pariwisata, perhotelan dan restoran.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Agus Hariyanto menjelaskan, SMK Negeri Matesih ini akan dilengkapi hotel setinggi lima lantai berikut bangunan sekolah dua lantai seluas 4.745 meter persegi.

“Sumber dana selain dari APBD tahun 2014 juga akan diupayakan pendanaan block grant Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pembangunan gedung di atas lahan seluas delapan ribu meter persegi itu diperkirakan menghabiskan dana Rp 31,036 miliar,” ujar Agus Hariyanto, dihadapan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, Kamis (02/10) saat di lokasi pembangunan di depan lapangan desa Matesih.

Untuk pembangunan tahap pertama ini dikerjakan PT Wahyu Utama Persada dengan nilai kontrak Rp 2,916 miliar dari pagu anggaran Rp 3,030 miliar. “Tahap pertama baru struktur saja belum finising, masih dibutuhkan sekitar Rp 1 miliar lagi untuk menyelesaikan tahap satu, meliputi satu ruang administrasi dan kantor, serta 10 ruang kelas,” ujar dia.

Keinginan masyarakat Matesih dan sekitarnya untuk memiliki SMK sangat antusias. Saat ini dua rombongan belajar (rombel) jurusan multimedia diterima di SMKN Matesih, untuk sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung di Bumi Lestari Karangbangun, sambil menunggu selesainya pembangunan tahap satu. “Kelas jasa boga dan perhotelan akan dibuka tahun ajaran 2015/2016. Tahun ini multimedia dulu,” katanya.

Gedung tersebut bakal tersedia 15 ruang kelas dan tiga ruang laboratorium. Tersedia pula 20 kamar dan restoran untuk praktek, di kompleks tersebut yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan karena dilengkapi aula besar.

“Pembangunan tahap pertama ini selama 90 hari kalender atau 22 September-20 Desember 2014,” jelasnya saat groundbreaking, yang dihadiri Muspida dan beberapa Kepala SKPD, kemarin.
Bupati Juliyatmono mengatakan program sekolah gratis mendorong lulusan SMP/sederajat melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Pada tahun ajaran 2014/2015, jumlah pendaftar SMA/SMK naik dua ribu orang dibanding tahun lalu.

“Bahkan banyak warga luar kota memutuskan sekolah di Karanganyar karena tertarik dengan program sekolah gratis,” kata dia. pd