Eks Lokalisasi Warung Ayu Dibongkar

Karanganyar, Senin (29/09/2014)

Alat berat backhoe menghancurkan bangunan eks lokalisasi Warung Ayu, di Dusun Kebak Jetis, Desa Nangsri, Kecamatan Kebak Kramat, Minggu (28/09) pagi.

Alat berat backhoe menghancurkan bangunan eks lokalisasi Warung Ayu, di Dusun Kebak Jetis, Desa Nangsri, Kecamatan Kebak Kramat, Minggu (28/09) pagi.

Bunyi deru alat berat backhoe membongkar 52 bangunan eks lokalisasi Warung Ayu, di Dusun Kebak Jetis, Desa Nangsri, Kebak Kramat, Minggu (28/09) pagi berjalan dengan aman dan kondusif. Para penghuni bangunan permenen itu sudah kosong dan tertinggal satu rumah. Sedangkan, puluhan penghuni lainnya memilih untuk meninggalkan rumah yang telah ditinggali bertahun-tahun itu.

Lantaran sudah kosong, pembongkaran itu tak mendapatkan perlawanan. Alat berat itu bekerja dengan disaksikan langsung Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Rohadi Widodo, Muspika Kecamatan Kebak Kramat. Guna memperlancar dan mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan, puluhan pasukan pengamanan dari Satpol PP, TNI dan Polri diterjunkan ke lapangan.

Pasca pembongkaran, lahan sepanjang 200 meter itu akan dijadikan jalan tembus. Nantinya, dari bekas lokalisasi Warung Ayu, Pemkab Karanganyar berencana membuka jalan tembus menuju Desa Macanan yang berjarak sekitar dua kilometer.” Saya berikan nama jalan ini, Jalan Anugerah, dan tidak ada lagi image negatif di tempat ini,” ujar Bupati Juliyatmono, sebelum pembongkaran.

Bahkan, Pemkab mulai realisasi pembangunan di wilayah Kecamatan Kebak Kramat seperti pembangunan kantor Kecamatan dan jalan tembus. Selain itu juga dengan pelebaran jalan.
Sementara itu, Kepala Kantor Satpol PP Karanganyar, Mei Subroto memastikan terdapat dua lahan bersertifikat hak milik di area bekas lokalisasi. Satu rumah dihuni warga sedangkan lainnya berupa pekarangan. Selain dua petak itu, lanjut Mei, sisanya berstatus tanah negara.

“Masih ada satu rumah di atas tanah hak milik. Karena pemiliknya tinggal sebatang kara dan lanjut usia, maka rumahnya akan diikutkan program rehab rumah tidak layak huni (RTLH),” jelas Mei, di lokasi.pd