Akses Masuk Hewan Kurban Diawasi Ketat

Karanganyar, Jumat (26/09/2014)

ilustrasi hewan kurban

ilustrasi hewan kurban

Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) akan mengawasi ketat hewan kurban yang datang di wilayah Kabupaten Karanganyar. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi jika adanya kemungkinan hewan kurban yang terkena penyakit antraks dan cacing hati.

“Di wilayah perbatasan seperti Sragen, Magetan, Sukoharjo dan Boyolali kami awasi. Selain itu juga menempatkan beberapa dokter hewan untuk dilakukan pemeriksaan,” ujar Sumijarto, Kepala Disnakan Kabupaten Karanganyar, saat ditemui pada acara Sosialisasi Pengendalian Zoonosis dan Penerapan Kesrawan Pada Pemotongan Hewan Qurban Tahun 2014 di kantornya, Kamis (25/09) pagi .

Sumijarto menambahkan, akan menempatkan sebanyak lima dokter hewan seperti di Jaten, Karanganyar dan Karangpandan. “Kami juga akan membuka layanan call center apabila ditemukan adanya indikasi hewan kurban yang disembelih tidak baik secara mendadak,” jelasnya.

Dia juga memperkirakan, jumlah hewan kurban yang akan di sembelih pada tahun ini mengalami kenaikan walaupun harganya naik cukup tinggi. “Tahun lalu jumlah hewan kurban sebanyak 4.798 sapi, 4.417 kambing, dan 7.645 domba. Mantri hewan di masing-masing kecamatan kami kerahkan untuk melakukan pemeriksaan sebelum maupun sesudah hari raya,” jelasnya. pd