Karanganyar Budidayakan Padi Hibrida

Karanganyar, Kamis (18/09/2014)

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat menuai padi hibrida, di dusun Plesungan, desa Karangpandan, Kecamatan Karangpandan, Kamis (18/09)

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat menuai padi hibrida, di dusun Plesungan, desa Karangpandan, Kecamatan Karangpandan, Kamis (18/09)

Benih padi hibrida tengah dibudidayakan di wilayah Karanganyar. Hasilnya, Kelompok Tani Maju, Kecamatan Karangpandan mampu memproduksi 11 ton padi hibrida per hektar. Hal itu terbukti saat diselenggarakannya panen raya di Dusun Plesungan, Desa Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Kamis (18/09) pagi. Kelompok tani yang mempunyai total luas lahan 75 hektar di tiga lokasi merupakan satu-satunya pengguna bibit padi jenis hibrida.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Karanganyar, Siti Maesyaroh mengungkapkan sempat mengalami kesuitan dalam melakukan sosialisasi jenis padi tersebut. ”Memang jarang sekali petani atau kelompok tani yang menggunakan padi jenis hibrida. Kelompok Tani Maju Kecamatan Karangpandan merupakan satu-satunya yang mau membudidayakannya,” kata dia.

Padi jenis hibrida, menurut Siti memiliki keunggulan dibandingkan dengan jenis padi lainnya. Salah satunya masa tanam yang hanya membutuhkan waktu 100 hari. Hal ini jauh lebih singkat dibandingkan dengan jenis lainnya yang mencapai 120-125 hari di tiap masa tanamnya. “Padi jenis hibrida hanya butuh 100 hari dari masa tanam hingga panen. Selain itu kuantitasnya juga lumayan yakni 11 ton/ hektar,” ujarnya.

Hanya saja, pihaknya mengaku masih mengacu pada kuantitas padi. Sedangkan untuk rasa memang masih memerlukan penyempurnaan. “Kami masih mengejar kuantitas produksi. Kalau rasanya memang tidak seenak padi jenis lainnya. Tapi kalau bicara bentuk, padinya tetap mentes,” katanya.

Sementara itu ditempat yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, memanen perdana padi hibrida tersebut, selanjutnya menuai padi dari yang dipanen secara simbolis. “Hendaknya berniat yang baik sebelum menanam padi, jangan mengeluh. Berdoa semoga melimpah hasilnya. Dan diperhatikan padinya, agar tidak ada wereng,” ujar Bupati Juliyatmono. pd