Karanganyar Miliki Waduk Gondang

Karanganyar, Rabu (10/09/2014)

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto saat memberikan sambutan dalam acara groundbreaking bendungan Gondang, di Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Selasa (09/09).

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto saat memberikan sambutan dalam acara groundbreaking bendungan Gondang, di Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Selasa (09/09).

Pemkab Karanganyar bakal memiliki sebuah waduk yang berada di Desa Ganten, Kerjo, Karanganyar. Waduk yang diberi nama Gondang itu rencananya mulai dibangun tahun 2014-2018 dan menelan biaya Rp 636 miliar.

Waduk Gondang sendiri memiliki luas 88,25 hektare dengan rincian lahan di warga Karanganyar 38,75 hektare lahan yakni 27 hektare milik warga Ganten dan Gempolan, 12 hektare milik warga Jatirejo, Ngargoyoso. Sisanya 43,8 hektare menggunakan lahan milik PTP IX Kerjoarum.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan saat ini masih proses negosisasi dengan warga pemegang sertifikat. Hanya saja, Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) berjanji akan mempercepat proses pembebasan lahan warga tersebut sehingga pembangunan bisa segera dimulai.

“Untuk pembangunan waduk ini, kami mengalokasikan dana Rp 636 miliar. Sebenarnya target kami rampung pada 2018 tapi kami percepat menjadi 2017. Mengingat panjangnya pengerjaan, maka kami menggunakan sistem Multi Years Contract,” kata Menteri PU, Djoko Kirmanto saat acara groundbreaking waduk Gondang, di Desa Ganten, Kecamatan Kerjo, Selasa (09/09).

Dijelaskan Djoko, waduk tersebut mampu menampung 10 juta meter kubik air yang bisa didistribusikan ke 4.680 hektar lahan pertanian. Tidak hanya itu, waduk bisa dijadikan pasokan air baku ke industri dengan kemampuan 200 liter/detik.

Walaupun posisi waduk berada di Karanganyar, namun pemanfaatan airnya bisa sampai ke wilayah Kabupaten Sragen. Bahkan, pihaknya memprediksi air yang mengalir ke Sragen lebih besar dibandingkan Karanganyar yakni 2/3 bagian dari total air yang bisa ditampung di sana.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang hadir dalam kesempatan itu mengapresiasi upaya Pemkab Karanganyar dalam membujuk warga pemilik lahan untuk mengikhlaskan asetnya dibuat waduk. “Saya harus mengucapkan terima kasih secara khusus kepada warga Kerjo yang rela menyerahkan lahannya untuk digunakan waduk,” kata Ganjar.

Bupati Juliyatmono mengatakan, infrastruktur merupakan poin penting pengingkatan produksi pertanian dalam rangka program ketahanan pangan nasional. Dia meminta infrastruktur itu juga mengarah ke sekitar waduk. “Kalau tahun ini mendapatkan dana Rp 58 miliar dari Pemprov untuk infrastruktur. Di 2015, kami mohon sekitar Rp 70 miliar lagi agar infrastruktur bisa dituntaskan,” kata dia. pd