Irama Orkestra Menggema di Candi Sukuh

Penampilan musik orkestra di Candi Sukuh terlihat memukau penonton walaupun diselimuti udara dingin, Kamis (14/08) malam

Penampilan musik orkestra di Candi Sukuh terlihat memukau penonton walaupun diselimuti udara dingin, Kamis (14/08) malam

Dalam heningnya malam yang dibalut dingin dan kabut, disertai dengan sapaan sinar bulan purnama, irama violin, kontrabass, cello terdengar sayup-sayup di area Candi Sukuh, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Kamis (14/08). Suara-suara merdu itu pun membuai angan pendengarnya dan tak disangka kaki sudah menginjak rerumputan di pelataran candi Hindu itu.

Saat memasuki area itu, sudah ada ratusan warga yang berkelompok dan duduk bersila dengan beralaskan tikar. Sebagian warga pun terlihat kedinginan sehingga mengenakan jaket tebal. Tidak hanya warga, sejumlah seniman dan penggemar musik pun juga terlihat bergerombol di tempat tersebut.

Di balik dingin dan sunyinya candi, mereka yang tidak hanya berasal dari Karanganyar, melainkan Solo dan wilayah lainnya rela menempuh perjalanan yang cukup menguras tenaga yang notabene lokasi acara yang relatif tinggi dibandingkan dengan kawasan lainnya di sekitar Solo. Ya mereka rela berduyun-duyun untuk menyaksikan Ekstensya String Music Camp and Concert 2014.

Sesaat kemudian, munculah sosok Setyawan Jayantoro yang ditunjuk menjadi komposer sekaligus instruktur. Dirinya dan tim sebanyak 29 seniman menyuguhkan musik orkestra bertajuk Syahdu Hutan Rakyat. Dalam kesempatan itu, warga Ngringo, Jaten, Karanganyar tersebut mewakili seniman Indonesia dalam gelaran akbar itu. Di sisi lain, pementasan musik bertaraf internasional itu juga menghadirkan instruktur asal Norwegia, Terje Moe Hansen. Dengan jiwa seninya itu, dirinya memimpin sejumlah seniman melantunkan irama yang membuai angan para penikmat seni.

Dari deretan penonton, terlihat Bupati Karanganyar Juliyatmono beserta wakilnya Rohadi Widodo. Keduanya pun terkesan hanyut dalam nuansa keakraban itu. Di sela acara, Bupati mendapatkan kesempatan memainkan alat musik viollin. Dirinya juga didaulat untuk membuka acara itu. “Kami sangat mengapresiasi acara malam ini. Dengan adanya acara ini, kami yakin Kabupaten Karanganyar bisa lebih dikenal oleh wilayah lain, bahkan mancanegara. Oleh karena itu, kami berharap acara ini bisa digelar tiap tahun. Tentunya dengan konsep yang berbeda-beda sehingga tidak terkesan monoton,” kata nya, kemarin. pd