DKK Temukan Makanan Berbahaya

Karanganyar, Selasa (15/07/2014)

Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar memeriksa sampel bahan makanan di Pasar Jambangan, Kecamatan Mojogedang, Senin (14/07) kemarin pagi.

Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar memeriksa sampel bahan makanan di Pasar Jambangan, Kecamatan Mojogedang, Senin (14/07) kemarin pagi.

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait peredaraan bahan makanan berbahaya di Pasar Jambangan, Mojogedang, Senin (14/07). Tim menemukan adanya mi basah, bakso, ikan teri yang mengandung bahan berbahaya jenis formalin dan boraks.

Hal itu terbukti saat tim dari DKK melakukan uji langsung di pasar tersebut. Di mana, DKK mengambil sempel bahan makanan yang memiliki warna dan bau yang tidak wajar. Saat dites, ternyata sempel-sempel tersebut positif mengandung formalin dan bahan berbahaya lainnya.

Kabid Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2L) DKK Karanganyar, Fatkhul Munir, mengungkapkan sempel tersebut diambil pada pedagang yang menjadi binaan dari dinasnya. Mereka yakni pedagang yang sudah ketahuan menjual bahan makanan yang mengandung zat berbahaya. “Ternyata mereka masih menjual bahan-bahan yang tidak layak konsumsi. Tapi dibandingkan dengan tahun lalu, sekarang jauh lebih baik,” kata Fatkhul yang juga selaku koordinator sidak, kemarin.

Agar para pembeli tidak dirugikan, DKK juga memberikan tips cara memilih bahan makanan yang layak konsumsi. Pihaknya menekankan kepada pembeli untuk melihat fisik dan label bahan makanan yang dibeli. Makanan yang bagus pastinya memiliki kemasan dan bentuk yang masih bagus serta utuh. Tidak hanya itu, DKK juga menghimbau kepada pembeli untuk meliohat tanggal kedaluarsa yang tertera dalam label bahan makanan yang dibeli.

Salah seorang penjual mi basah, Suratmi mengaku tidak mengetahui tingkat kelayakan makanan yang dia jual. Dia mengaku bahan makanan yang berada di lapaknya diperoleh dari Sragen dan Solo. Meski positif mengandung formalin, dirinya menegaskan selama ini tidak ada keluhan dari para konsumen. “Tidak ada keluhan dari para pembeli. Jadi, saya juga tidak tahu kalau mi saya mengandung bahan berbahaya,” ujarnya.

Tim pun melanjutkan sidak ke salah satu pasar modern di Mojogedang. Di sini, petugas mendapati makanan kering tak berlabel, kemasan rusak, dan kemasan jeli tanpa tanggal kedaluwarsa. Seluruh barang-barang mencurigakan didata untuk kemudian ditelusuri identitas penyalurnya. Cara penempatan bahan makanan dan lainnya juga tidak sesuai dengan aturan yang ada. Hal ini diketahui dari peletakan cairan berbahaya yang diletakkan berdekatan dengan makanan.

Sidak tersebut masih akan berlanjut Selasa (15/07) dengan sasaran sejumlah pasar tradisional di wilayah lain setelah empat tim merampungkan di Jatipuro, Kebakkramat, Colomadu dan Mojogedang. pd