Jelang Bulan Puasa, Bupati Sidak Pasar

Karanganyar, Jumat (27/06/2014)

Tim gabungan yang dipimpin langsung Bupati Karanganyar Juliyatmono, mengadakan sidak ke pasar tradisional dan modern menjelang bulan puasa, Jumat (27/06)

Tim gabungan yang dipimpin langsung Bupati Karanganyar Juliyatmono, mengadakan sidak ke pasar tradisional dan modern menjelang bulan puasa, Jumat (27/06)

Menjelang bulan puasa, tim gabungan dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengadakan inspeksi mendadak (sidak) di pasar tradisional Jungke dan pasar modern yang dipimpin langsung Bupati Karanganyar Juliyatmono, Jumat (27/06).

Dari hasil sidak diketahui terdapat kenaikan harga, seperti pada daging bebek yang mencapai Rp. 35 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp. 32 ribu. Kenaikan tersebut sudah terjadi sejak satu bulan yang lalu.

Bupati Juliyatmono disela-sela sidak menjelaskan kebutuhan bahan pokok disaat puasa cenderung meningkat. “Dengan adanya permintaan dari konsumen cukup besar, diharapkan para pengusaha tidak menaikkan harga terlalu tinggi atau bahkan menimbun barang,” ujar nya. Kenaikan harga yang terlihat paling mencolok yakni daging ayam yang mencapai Rp. 35 ribu, dari harga sebelumnya Rp. 22 ribu rupiah pada dua minggu sebelumnya.

Tim sidak juga menemukan mi basah yang postif mengandung bahan berbahaya formalin, yang biasanya untuk pengawet mayat. Petugas dari Dinas Kesehatan Karanganyar langsung menegur penjual dan membawa sampel mi untuk diperiksa lebih lanjut.

“Ini warna mi terlihat ungu pekat dan berbau. Jika dimakan ditenggorokan jadi panas bahkan bisa menyebabkan gagal ginjal,” ujar Cucuk Heru Kusumo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar.┬áSelain itu, dia menambahkan, juga dijumpai krupuk merah dan jajanan menggunakan pewarna yang biasanya digunakan untuk warna tekstil. “Kami menghimbau masyarakat berhati-hati dalam membeli makanan,” ujarnya.

Selanjutnya, inpseksi juga dilakukan di toko modern. Didapati oleh personel dari Bagian Perekonomian, dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM, menemukan makanan kemasan tidak berijin dan bumbu masakan yang diketahui hampir mendekati kadaluwarsa. pd