Kemensos Bantu 11.000 RTLH

Menteri Sosial RI Salim Segaf Al Jufri (berbaju biru muda) didampingi Bupati Karanganyar Juliyatmono (kiri) menyerahkan bantuan kursi roda bagi penyandang disabilitas

Menteri Sosial RI Salim Segaf Al Jufri (berbaju biru muda) didampingi Bupati Karanganyar Juliyatmono (kiri) menyerahkan bantuan kursi roda

Karanganyar, Kamis (26/06/2014)

Hingga pertengahan 2014 ini, Kementerian Sosial (Kemensos) sudah memberikan bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak (RTLH) di seluruh Indonesia. Tidak hanya itu, Kemensos melalui APBN juga membantu perekonomian masyarakat melalui Usaha Ekonomi Produktif (UEP), Kelompok Usaha Bersama (KUBE).

Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Sosial RI, Salim Segaf Al Jufri saat memberikan bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Lapangan Desa Kwangsan, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, Kamis (26/06/2014) siang. Dalam kesempatan itu, Salim menegaskan selama ini kemiskinan menjadi masalah serius di Republik ini. Oleh karena itu, beberapa pihak di antaranya Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten/ Kota serta masyarakat umum bahu membahu membantu warga yang kesusahan dalam hal ekonomi.

Menteru Sosial RI Salim Segaf Al Jufri (kanan) dan Bupati Juliyatmono (kiri) mengunjungi warga yang mendapatkan bantuan RTLH

Menteri Sosial RI Salim Segaf Al Jufri (kanan) dan Bupati Juliyatmono (kiri) mengunjungi warga yang mendapatkan bantuan RTLH di Desa Kwangsan, Kecamatan Jumapolo

Kemensos pun, lanjut dia, bertekad menjalankan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan di Indonesia (MP3KI). Salah satu indikator menurut Kemensos yakni pemenuhan kebutuhan rumah warga miskin yang tidak layak huni. “Kemensos menempuh cara untuk mengatasi hal itu dengan jaringan kemitraan. Hingga kini, telah menyelesaikan pembangunan 11.000 unit RTLH warga miskin,” kata dia, kemarin.

Pemilihan cara tersebut didasarkan pada keterbatasan warga miskin untuk memperbaiki rumahnya. Tidak hanya masalah rumah, Kemensos juga memberikan bantuan ekonomi melalui UEP dan KUBE. Datanya menyebutkan sudah ada beberapa wilayah yang KUBE-nya berhasil. “Yang sudah berhasil di antaranya KUBE Palembang, Bangka Belitung, Balik Papan, dan Garut Jawa Barat. Warga yang menjadi anggota KUBE saat ini sudah mampu membiayai sekolah bagi anak-anaknya serta membeli kebutuhan rumah tangga,” tegasnya.

Sementara itu, khusus di Kabupaten Karanganyar, Salim menegaskan jika Desa Kwangsan Kecamatan Jumapolo menjadi titik ke-45 yang dibantu dalam hal RTLH dan KUBE. Di mana, terdapat 120 RTLH yang berkesempatan diperbaiki dan 20 KUBE di bidang pertanian yang mendapatkan dana stimulan.

“Total kucuran dana untuk Karanganyar sebanyak Rp 1,6 miliar. Dana itu terbagi atas dua, yakni rehabilitasi 120 RTLH sebesar Rp 1,2 miliar dan sisanya Rp 400 juta untuk bantuan 20 KUBE,” ujarnya.

Tidak hanya berhenti di sana, Kemensos juga memberikan bantuan alat dengar tiga unit, dua pasang kruk bagi penyandang disabilitas, empat kursi roda, dan dua sarana lingkungan (Sarling).

Di lokasi yang sama, Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengaku masih berusaha untuk mendapatkan sejumlah bantuan Pemerintah Pusat guna mengurangi angka kemiskinan di Bumi Intanpari. Selain RTLH dan KUBE, Pemkab juga berusaha mendapatkan bantuan program Keluarga Harapan. “Pemkab juga memiliki sejumlah program untuk pengentasan kemiskinan. Yakni rehap 500 RTLH sebesar Rp 10 juta/ unit, bantuan bagi anak yatim, piatu, maupun yatim piatu yang belum berusia 13 tahun, bantuan bagi lanjut usia (Lansia) yang usianya di atas 80 tahun selain pensiunan,” katanya. pd