Komplek Ar Rahman di Siapkan Jadi Pusat Kegiatan Pendidikan dan Dakwah

Karanganyar, Senin (16/06/2014)

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengunting rangkaian melati sebagai tanda peresmian masjid Ar Rahman, Buran, Tasikmadu, Minggu (15/06)

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengunting rangkaian melati sebagai tanda peresmian masjid Ar Rahman, Buran, Tasikmadu, Minggu (15/06)

Pembangunan masjid Ar Rahman seluas 700 meter persegi telah selesai dan diresmikan Bupati Karanganyar. Yayasan Ar Rahman juga menyiapkan sebagai komplek pusat pembinaan umat Islam dan kegiatan pendidikan yang berdiri diatas lahan seluas 3500 meter persegi,.
Pengurus Yayasan Ar Rahman, Seno Hadisumitro menuturkan melalui yayasan itu siap untuk mencetak sejuta dai dan direncanakan terdapat fasilitas pendidikan dakwah.
“Di tempat ini terdapat berbagai macam kegiatan mulai dari tahsin Al Quran, kajian mawaris atau konsultasi pembagian warisan, pelatihan islam kafah, wirausaha remaja dan pemuda, dan taman pendidikan Al Quran,” kata Seno Hadisumitro, saat seusai peresmian masjid Ar Rahman, di Buran, Tasikmadu, Minggu (15/06) pagi.
Dijelaskannya, Rehat Taklim dan Motivasi (RTM), konsultasi keluarga dan remaja, dan pelatihan manasik haji dan umroh juga menjadi bagian kegiatan pihak Yayasan Ar Rahman.
“Kami mempersilahkan dan boleh dimanfaatkan umat tanpa melihat aliran dan golongan. Jadi bebas saja tanpa perbedaan,” jelas nya.
Penasehat Yayasan Ar Rahman, Taufik Usman, menegaskan pengelolaan dilakukan profesional. Di masjid yang berlokasi dekat dengan Sondokoro merupakan keuntungan. “Di komplek ini merupakan wisata hati,” tuturnya.
Ditempat yang sama, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menuturkan mengapresiasi adanya komplek masjid megah dan indah sebagai pusat dakwah.
“Pengelolaan masjid harus bernar-benar secara profesional. Masjid telah dijadikan sebagai tempat menanamkan nilai-nilai kebajikan dan kemaslahatan umat manusia,” ujar nya.
Bupati Juliyatmono juga meminta agar supaya dapat mengoptimalkan dan memakmurkan masjid dengan sebaik-baiknya.pd