TPS Turun, DPT Pilpres Naik

Karanganyar, Senin (09/06/2014)

Rapat Pleno Penyusunan dan Penetapan Rekapitulasi Daftar Pemilih Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 di Hotel Taman Sari

Rapat Pleno Penyusunan dan Penetapan Rekapitulasi Daftar Pemilih Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014

Komisi Pemilihan Umumm (KPU) Kabupaten Karanganyar memutuskan mengurangi jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk Pemilihan Presiden pada 9 Juli mendatang. Meski demikian, hasil verifikasi dan pendataan, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilpres mengalami kenaikan dibandingkan Pileg 9 April lalu.
“Jumlah TPS justru menyusut 90 unit dibandingkan pada Pemilihan Legislatif (Pileg) kemarin. Kalau di Pileg 2006 TPS, namun untuk Pilpres berkurang sebanyak 190 menjadi 1916 pada Pilpres besok,” ujar Sri Handoko Budi Nugroho, Ketua KPU Kabupaten Karanganyar, saat Rapat Pleno Penyusunan dan Penetapan Rekapitulasi Daftar Pemilih Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 di Hotel Taman Sari, Sabtu (07/06).
Mengenai penyusutan TPS, Handoko mengatakan hal itu akan menyederhanakan kerja penyelenggara pemilu. Selain itu, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilpres juga ditetapkan juga mengalami perubahan. KPU menetapkan angka 688.635 pemilih yang masuk DPT. Angka itu diperoleh dengan mencoret 5.000 pemilih pada DPT Pileg kemarin serta menambahnya dengan 10.620 pemilih pemula yang masuk ke Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPS HP). “DPT Pilpres sebanyak 688.635 orang. Terdiri 340.353 pemilih pria dan 348.282 pemilih perempuan,” jelas Handoko.
Jika dibandingkan, jumlah DPT Pilpres bertambah 8.550 orang dari DPT Pileg lalu sebanyak 680.085 orang. Guna menyebarluaskan data tersebut, pihaknya akan melakukan sosialisai. Hanya saja, KPUD akan mengemas secara khusus mengingat jadwalnya bertepatan dengan Ramadhan. Bisa jadi, kata dia, sosialisasi akan disisipkan di kegiatan rohani bagi umat Islam.
Disinggung soal kampanye, pihaknya menegaskan tim kampanye pemenangan pasangan capres cawapres dipersilakan menyelenggarakan sosialisasi politik kepada calon pemilih selama masa kampanye 4 Juni – 5 Juni 2014. Lantaran tidak diatur secara khusus oleh KPU, tim sukses boleh menyelenggarakannya di tempat dan waktu sesuai selera.
“Memang tidak dibatasi zona. Namun perlu koordinasi dan izin dari polisi. Pada prinsipnya silakan saja, asalkan jangan berbenturan dengan tim sukses pasangan rival,” jelasnya.
Ditanya target KPU terkait partisipasi masyarakat dalam menyukseskan pemilu presiden dan wakil presiden, Handoko berharap seluruh warga negara berhak pilih menggunakan hak pilihnya. Pada Pileg lalu, tingkat partisipasi mencapai 78 persen. pd