Hidupkan Lagi Tanaman Obat Keluarga

Karanganyar, Jumat (06/06/2014)

Tanaman obat keluarga dapat bermanfaat bagi rumah tangga

Tanaman obat keluarga dapat bermanfaat bagi rumah tangga

Kementerian Kesehatan melalui Badan Litbangkes menghimbau seluruh lapisan masyarakat dan semua pihak terkait untuk menghidupkan kembali kegiatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang dilengkapi penyuluhan oleh jajaran kesehatan. Utamanya tentang cara memanfaatkan tumbuhan obat yang baik dan benar guna pemeliharaan kesehatan, kebugaran, dan pengobatan terhadap penyakit sehari-hari.
“Kegiatan produksi minuman sehat dengan pengembangan TOGA dapat menambah penghasilan keluarga, seperti minuman jahe merah, wedang secang, beras kencur, teh temulawak dan teh pelangsing,” kata Kepala Badan Litbangkes Kemenkes, Tjandra Yoga Aditama, usai membuka Simposium Internasional bertema Tanaman Obat dan Obat Tradisional di Tawangmangu, Rabu (04/06) lalu.
Tjandra Yoga Aditama menjelaskan, menurut WHO sekitar 25 persen obat modern atau obat konvensional berasal dari tumbuhan obat, seperti artemisin untuk obat malaria yang berasal dari tanaman artemisia annua .
“Rencananya tahun 2015 nanti Indonesia akan mampu mulai proses produksi artemisinin. Selain itu juga sylibum marianum untuk hepatoprotektor, thymus vulgaris untuk expectoran, dan stevia rebaudiana untuk pemanis alami non kalori,” ungkapnya.
Sementara itu, ditempat yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono menuturkan, bahwa warga dapat memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk ditanami tanaman obat.
“Penggunaan lahan pekarangan rumah untuk ditanami tanaman obat sangat baik. Selain itu dapat dijadikan usaha kecil, menghijaukan lingkungan seperti apotek hidup,” tandasnya. pd