Jamu Akan Di Produksi Massal

Karangayar, Kamis (05/06/2014)

Jamu akan di produksi massal

Jamu akan di produksi massal

Kerjasama antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan perusahan farmasi milik negara sedang dilakukan penjajakan untuk memproduksi massal lima jenis jamu berstandar ilmiah.
Kepala Badan Litbangkes Kemenkes Tjandra Yoga Aditama mengatakan jamu hipertensi dan asam urat mengawali tawaran produksi massal ramuan tradisional ke perusahaan farmasi.
“Untuk tahun ini Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar sedang memproses sertifikasi jamu pengobat sakit sendi, wasir dan perut kembung,” jelas Tjandra Yoga Aditama.
Selain itu, pihaknya mengajak BUMN yang bergerak di bidang farmasi yakni Kimia Farma untuk memproduksi massal lima jenis jamu ini. “Dua diantaranya sudah mendapat sertifikat lulus uji ilmiah,” katanya usai membuka Simposium Internasional bertema Tanaman Obat dan Obat Tradisional di Tawangmangu, Rabu (04/06) siang.
Awalnya, seluruh produk itu berupa ramuan herbal turun-temurun tanpa riset dan pengujian ilmiah. Metode ilmiah diterapkan di laboratorium Balai Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu untuk menguji khasiat, mutu, dan jaminan keamanan bagi pasien.
Lebih lanjut Tjandra menuturkan, Kemenkes melalui Kelompok Kerja Nasional (Pokjanas) Tumbuhan Obat Indonesia yang terdiri pakar farmasi dan kesehatan diberi kepercayaan untuk riset tanaman obat.
Kepercayaan masyarakat dan pemerintah terhadap jamu terus dimantapkan supaya pemakaiannya masuk dalam sistem kesehatan nasional. Dengan cara yang sama, kepercayaan ini juga dibagun bagi masyarakat luar negeri.
“Perlunya sinergitas pemerintah pusat, pemda, kalangan pengusaha dan akademisi guna mewujudkannya,” tandasnya.pd