Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Adakan Labuhan Alit di Gunung Lawu

Karanganyar, Sabtu (31/05/2014)

Abdi dalem Keraton Yogyakarta saat memperlihatkan pratelan ubo rampe untuk acara labuhan Gunung Lawu

Abdi dalem Keraton Yogyakarta saat memperlihatkan pratelan ubo rampe untuk acara labuhan Gunung Lawu

Prosesi Labuhan Alit dari Keraton Ngayogyakarto Hadinigrat untuk memperingati Tingalan Jumenengan Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X diadakan di Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Sebelum di bawa ke Tawangmangu, rombongan abdi dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat terlebih dahulu memberikan ubo rampe berupa 10 pratelan ageman sultan yang dibawa dengan dua kotak besar terbuat dari kayu berwarna merah, berupa kampuh poleng, dhestar bango tulak, paningset jinggo, sinjang cangkring, sinjang gadung, sinjang teluh watu, semekan dringin, dan semekan songer, masing-masing satu lembar. Selain itu juga terdapat sela, ratus, lisah konyoh yang dimasukan dalam satu kantong, serta yatra tindih dalam satu amplop.
Menurut Kanjeng Mas Tumenggung Hardhoyudo, abdi dalem Kawedanan Hageng Punokawan (KHP) Widyabudaya labuhan ini diadakan setiap 30 rajab penangalan jawa.
“Labuhan alit ini juga diadakan serentak di tiga tempat yaitu, Pantai Parang Kusumo, Gunung Merapi, dan Gunung Lawu,” kata Kanjeng Mas Tumenggung Hardhoyudo seusai menyerahkan ubo rampe kepada Juru Kunci Gunung Lawu, di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat (30/05) siang.
Dijelaskan juga acara ini sudah ada sejak Keraton masa kepemimpinan Panembahan Senopati sebagai wujud syukur kelangsungan Dinasti Mataram dan untuk mendoakan keselamatan Sri Sultan, Keraton Yogyakarta dan rakyatnya.
Juru kunci Gunung Lawu Surakso Lawuhardi menuturkan, labuhan ini dibawa ke pucak Gunung Lawu pada Sabtu (31/05) pada jam 04.00. Sebelumnya pada malam hari diadakan selametan di Dusun Nano.
“Setelah dari puncak gunung Lawu kemudian turun ke persemayaman. Sesaji lama dilengser untuuk digantikan ubo rampe ini,” jelas nya.
Lanjutnya, empat abdi dalem pembawa labuhan alit menempuh rute napak tilas panembahan senapati, menuju puncak Lawu dengan melalui jalur setapak dari Gondosuli dan ditempuh sekitar empat jam perjalanan. pd