Batik Kayu Karanganyar Go Internasional

Karanganyar, Minggu (25/05/2014)

Bidak catur dari batik kayu

Bidak catur dari batik kayu

Sejak awal mula tahun 1996 ketika ikut pameran di Pasar Raya Jakarta, Sumartoyo mencoba untuk mencari peluang usaha dengan memamerkan kayu namun dibalut dengan motif batik. Kemudian tahun 1998 mulai berdiri mandiri dengan menciptakan karya-karya unik dan tradisional.

“Saya pertama kali membuat warna motif batik ternyata belum bisa. Padahal saat itu akan ada pameran yang di selenggarakan oleh Pemkab Karanganyar,” ujar Sumartoyo. Namun dengan belajar dan ketekunannya dia bisa membuat warna motif ciri khas batik. “Ada motif sogan dan kawung,” kata Sumartoyo, saat di temui di galeri dan sekaligus rumanya Puri Art, Perum Bulu, Rt 06/ Rw XVII, Jaten, Kabupaten Karanganyar.

Dia memproduksi berbagai macam batik kayu dari gelang, meja, kursi, kentongan, wayang, mangkok, dan piring. Ada juga jenis hewan seperti bebek, kelinci, ikan dan gajah. “Yang menarik batik kayu untuk papan dan bidak catur. Bahan baku produk kami terbuat dari berbagai jenis kayu seperti jati, pule, sengon, mahoni dan bambu,” ujar dia.

Untuk lamanya pembuatan tergantung ukuran dan di sesuaikan dengan tingkat kerumitan.”Rata-rata bisa selesai dalam waktu satu minggu,” ujar Sumartoyo. Sampai dengan saat ini, Sumartoyo telah keliling pameran dari lokal hingga luar negeri. “Saya pernah ikut pameran di Utrecht, Jerman. Disana peminatnya lumayan banyak, karena produk ini unik dan bernilai tradisional,” jelasnya.

Di pasar lokal, para pemesan maupun pembeli berasal dari Solo, Jogyakarta bahkan Jakarta. pd