Cemilan Walangan Dari Industri Rumahan

Karanganyar, Jumat (16/05/2014)

Walangan, makanan kecil dari industri rumahan

Walangan, makanan kecil dari industri rumahan

Industri perumahan pengolahan makanan ringan di Dusun Ganoman, Desa Koripan, Kecamatan Matesih mulai tumbuh dan berkembang. Bahan dasar ubi yang didapat dari hasil panenan di wilayah sekitar sangat mendukung kebutuhan produksi.

Sampai saat ini produksi ketela dapat menghasilkan seberat 60-70 kilogram sebagai bahan makanan olahan seperti kripik stik, grubi, walangan dan keripik iris. Menurut Ketua Kelompok Masyarakat Dusun Ganoman, Triyono, panenan ubi melimpah sehingga warga dapat memanfaatkan untuk industri makanan. Produksi dari Dusun Ganoman tidak mengunakan bahan pengawet, namun dengan pengolahan alami.

“Industri rumahan di sini telah berkembang sejak lima tahun ini. Hasil produksi bahkan dijual sampai ke luar Pulau Jawa dan kota-kota besar,” ujar Triyono. Untuk membuat sajian kripik cukup mudah dan sederhana. Caranya bahan dasar dari ubi dikupas terlebih dahulu, kemudian dibersihkan dan dipotong. Untuk walangan, dipotong seukuran lidi kemudian digoreng setengah matang.

Setelah itu ditiriskan, selanjutnya didiamkan selama semalam. Kemudian digoreng sambil dimasukkan larutan gula sampai matang. Proses selanjutnya diangkat dari pengorengan dan didiamkan sebentar lalu dibuat bulatan-bulatan saat masih panas. Sedangkan varian stik dan irisan pipih bercitarasa pedas dan gurih cukup diberi bumbu.

Salah satu pelaku industri rumahan di Dusun Ganoman, Paryanto menuturkan walangan ini sudah banyak pemesannya, bahkan sampai Jakarta. Namun disisi lain, para pelaku itu masih menunggu legalisasi dari Kementerian Kesehatan berkaitan dengan registrasi produk makanan tersebut.

“Kami menjual walangan perkilo berbeda-beda, tergantung ukuran. Untuk ukuran besar dijual Rp. 14 ribu per kilogram, sedangkan ukuran kecil dijual Rp. 15 ribu per kilogram. Sedangkan untuk kripik ubi irian Rp. 35 ribu per lima kilogram,” ujarnya. Walangan ini disetiap daerah berbeda-beda namanya. Kalau di Jakarta krispi, namun di Jawa Tengah terkenal walangan atau grubi. pd