Tebu Manten Awali Musim Giling

Karanganyar, Jumat (09/05/2014)

Tebu temanten awal dimulainya musim giling

Tebu temanten awal dimulainya musim giling

Pabrik Gula (PG) Tasikmadu, Karanganyar setiap akan giling diadakan acara tebu temanten yang merupakan sepasang tebu. Untuk laki-laki diberi nama Bagus Sarkoro, diambilkan dari lahan Langenharjo, sedangkan perempuan Roro Ayu Manis Probo, dari Suruh.
Berdasarkan cerita, riwayat upacara tebu temanten diawali ketika PG Tasikmadu didirikan oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Mangkunegoro IV pada tahun 1871, setiap menjelang giling selalu diadakan upacara selamatan bagi seluruh karyawan.
Agar menarik, acara itu dikemas seperti secara meriah layaknya perhelatan, namun karena yang mempunyai hajad pabrik gula, maka pasangan temanten secara simbolis berwujud sepasang tebu, kemudian dikenal dengan istilah “Tebu Temanten”.
Upacara diawali pemberangkatan tebu temanten dari rumah dinas kepala tanaman menuju besaran. Setelah laporan ke administratur, selanjutnya tebu temanten digiring menuju stasiun gilingan untuk dilakukan pengilingan tebu.
Pada tahun ini yang diadakan pada Jumat (09/05) jam 06.30, kegiatan tersebut terlihat sangat meriah dan dihadiri ribuan masyarakat berbondong-bondong untuk melihat prosesi budaya. Terlihat juga Bupati Karanganyar Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, Muspida dan beberapa kepala SKPD Kabupaten Karanganyar.
Selain itu, juga diarak 15 batang tebu yang sudah berumur satu tahun dan tinggi sekitar dua meter untuk digiling secara simbolis. Nantinya PG Tasikmadu mulai proses giling tebu pada 17 Mei 2014.
Bupati Juliyatmono menuturkan kegiatan ini merupakan tradisi budaya dan warisan yang bernilai tinggi sejak 143 tahun yang lalu.
“Sungguh luar biasa tahun 1871, bangsa ini sudah berpikir tentang industrialisasi seperti adanya PG Tasikmadu. Ini warisan budaya yang harus tetap dijaga dan dilestarikan,” tandasnya. pd