Pemkab Karanganyar Awasi Peredaran Pupuk

Karanganyar, Kamis (24/04/2014)
Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengawasi ketat peredaran pupuk bersubsidi. Hal itu dilakukan karena di kalangan petani mengeluhkan kelangkaan pupuk dalam beberapa bulan terakhir.

Saat Rapat Koordinasi Pupuk Bersubsidi bersama pengecer, distributor, gapoktan. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten (Dispertanbunhut) Karanganyar , Siti Maisyaroh, menuturkan penyaluran pupuk di Kabupaten Karanganyar mengalami ketidak lanc

ilustrasi

ilustrasi

aran dikarenakan ada pengurangan jumlah alokasi pupuk bersubsidi di tahun 2014 berkurang sekitar 20 persen dibanding tahun 2013, banyak petani yang belum masuk di kelompok tani sehinga pelayanan pembelian pupuk di tingkat pengecer tanpa Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
“Selain itu kurangnya petani mengunakan pupuk organik dan masih ada ketergantungan pada pupuk kimia. Terdapat pengecer yang hanya melayani tetangga dekatnya, sedangkan lainnya tidak terlayani,” ujar Siti Maisyaroh, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu (23/04) pagi.

Dia meminta kepada seluruh Penyuluh Petani Lapangan (PPL) agar petani yang belum ikut kelompok tani diminta masuk ke gapoktan, pengencer pupuk bersubsidi agar benar-benar mematuhi peraturan yang berlaku dengan penertiban adminitrasi agar tidak terjadi penyimpangan.

“Petani dapat menggunakan pupuk organik dan tidak tergantung pada pupuk kimia” himbaunya.
Ditempat yang sama juga dihadiri Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, Sekretaris Daerah Karanganyar Samsi, dan Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Supramnaryo.

Bupati Juliyatmono akan menindak tegas apabila ada oknum yang bertindak curang, bahkan bisa diberikan sangsi berupa penghentian ijin operasi. “Pupuk sangat vital dan berpengaruh pada kelangsungan hidup bagi petani. Untuk itu, jangan sampai berbuat curang dalam memenuhi pupuk untuk petani,” ujarnya.

Tahun ini pengurangan kuota pupuk meliputi Urea dari tahun 2013 sekitar 21.000 ton, namun tahun sekarang menurun hanya 18.600 ton. Sedangkan untuk pupuk ZA dari 7200 ton menjadi 5700 ton, dan phonska dari 11.000 ton menjadi 9600 ton.pd