Durian 11 Kilogram Jadi Primadona

Para juri Festival Durian Karanganyar 2014 saat menilai durian yang dilombakan

Para juri Festival Durian Karanganyar 2014 saat menilai durian yang dilombakan

DSC_0207 copy

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengangkat durian jumbo seberat 11 kilogram

Karanganyar, Sabtu (08/03/2014)

Ratusan warga Karanganyar memadati Balai Desa Matesih, Kabupaten Karanganyar dan berpartisipasi dalam Festival Durian Karanganyar 2014, Sabtu (08/3) pagi. Dari belasan jenis durian yang dilombakan, buah berduri tajam seberat 11 kilogram menjadi pusat perhatian masyarakat.

Acara yang dimulai pukul 07.30 pagi itu berisi perlombaan durian bagi perorangan, instansi pemerintahan maupun organisasi. Panitia memiliki kriteria penilaian buah berbau menyengat tersebut. Di antaranya bentuk, bobot buah, tekstur daging, kematangan, warna daging buah dan lainnya. Data dari panitia menyebutkan ada 43 peserta lomba.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (Dsipertanbunhut) Kabupaten Karanganyar, Siti Maesyaroch, mengungkapkan acara tersebut menjadi salah satu program dinasnya dan sebagai upaya pengenalan komoditi durian dari Karanganyar. Pasalnya, wilayah Karanganyar terkenal sebagai daerah penghasil durian varietas unggul. “Ada tujuh kecamatan menjadi sentra penghasil durian. Yakni Kecamatan Matesih, Jatipuro, Jumapolo, Jumantono, Ngargoyoso, Mojogedang, Tawangmangu,” kata dia.

Tidak hanya itu, panitia juga melakukan pelelalangan durian dan terbuka untuk masyarakat umum. Dalam acara lelang itu, petani durian melelangnya per keranjang atau buah. Nilainya pun bervariasi antara Rp 1 juta hingga Rp 2,6 juta/ keranjang.

Hanya saja, dari puluhan keranjang yang siap dilelangkan, durian super jumbo dan memiliki berat 11 kilogram merebut perhatian semua pihak. Tak terkecuali Bupati Karanganyar Juliyatmono yang membuka acara festival tersebut. Ditemani Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo begitu terkesima dengan ukuran durian yang sangat besar. Alhasil, Juliyatmono membeli dengan uang Rp 1 juta untuk memilikinya.

“Ini salah satu potensi Kabupaten Karanganyar dan harus tetap dilestarikan. Oleh karena itu, kami menyelenggarakan acara ini. Dengan harapan, durian dari Karanganyar bisa dikenal oleh masyarakat umum sehingga berdampak pada kesejahteraan para petani,” katanya.

Usai pelaksanaan lomba dan lelang, masyarakat berduyun-duyun mengambil dan menyicipi durian unggulan Bumi Intanpari. Bahkan, durian yang dilombakan ludes dimakan oleh warga. pd