KAMI YANG SWASTA PERLU PAYUNG HUKUM

DSC_0029 (FILEminimizer)

Bupati Karanganyar, Juliatmono Saat Menerima Forum Komunikasi SMK Swasta (FKSS) di Ruang Transit Setda Kab. Karanganyar, Selasa Pagi(04/02)

Menindak lanjuti salah satu program Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar terpilih, yakni Pendidikan Gratis khususnya untuk Sekolah Negeri yang sudah berlaku dan terlaksana persatu Januari 2014 kemarin. Mengenai hal tersebut Forum Komunikasi SMK Swasta ( FKSS) Karanganyar, menemui Bupati Karanganyar Drs. H. Juliatmono, MM di kantor Setda Kabupaten Karanganyar, selasa (04/02).

“ Kami yang tergabung dari  FKSS ini membutuhkan payung Hukum mengenai kebijakan sekolah gratis. Mengingat kami dari Sekolahan Swasta yang dikelola oleh Yayasan dan gaji para guru diperoleh dari biaya SPP siswa, kami juga masih bingung tentang pemberian penjelasan kepada masyarakat mengenai kebijakan ini. ” hal ini disampaikan oleh Saptono selaku Ketua FKSS sekaligus Kepala Sekolah SMK Adi Sumarmo Colomadu.

Menanggapi hal tersebut Bupati Juliatmono menyatakan bahwa belum bisa memberikan penjelasan keseluruh sekolah swasta mengenai program pendidikan gratis ini.

“Saya belum bisa memberikan penjelasan ke seluruh sekolah mengingat program pendidikan gratis ini memang diperuntukkan untuk sekolah Negeri dari SD sampai SLTA yang telah terlaksana 1 Januari kemarin.” Jelasnya.

Juliatmono menambahkan, Pemerintah masih memberikan kewenangan kepada sekolah swasta untuk memungut biaya dari siswa walaupun tidak sebesar biaya sebelumnya, hal ini berbeda dengan pendidikan gratis bagi sekolah Negeri yang biayanya diperoleh dari dana BOS pusat dan dana BOS Kabupaten.

Dalam kesempatan yang sama Juliatmono juga menyampaikan keprihatinannya mengenai kurangnya minat lulusan SMP yang ingin melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi. Diharapkan para lulusan SMP tersebut juga dapat mengenyam pendidikan di SMK, mengingat lulusan SMK memiliki keahlian dan ketrampilan yang bisa digunakan sebagai bekal untuk bekerja.

“Lulusan anak SMK ada keinginan untuk terus belajar, jadi kecil kemungkinan untuk mereka melakukan hal negatif dan hal itulah yang mendorong kami untuk mewujudkan SDM yang berkualitas.” Lengkapnya. in+ad