Bukit Longsor, Akses Tawangmangu-Matesih Lumpuh

lngsorBencana tanah longsor kembali terjadi di Dusun Ganoman, Desa Koripan, Kecamatan Matesih, Sabtu (1/2) sekitar pukul 20.30 WIB. Bukit setinggi sekitar 30 meter yang berada di tepi jalan wilayah setempat longsor sehingga menyebabkan akses jalan yang menghubungkan Tawangmangu-Matesih terputus total.

Menurut Kades Koripan, Kridarto, sebelum bukit tersebut longsor, hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam. “Hujan deras turun berkali-kali sampai akhirnya tanah di bukit itu ambles dan longsor,” katanya, Minggu (2/2).

 Akibat longsoran itu, separuh lebih badan jalan dengan lebar 4 meter itu tertimbun tanah dan batu sepanjang 1,5 meter. Akibatnya, jalan yang menjadi akses vital Tawangmangu-Matesih tidak bisa dilalui.

 Menurut Kridarto, longsor kali ini adalah yang pertama di desanya sejak tahun 2007 di mana pada tahun itu terjadi longsor dengan skala lebih besar. Kendati terbilang lebih kecil, insiden yang terjadi persis di tepi jalan yang menikung dan menanjak ini membuat khawatir warga. “Kejadiannya pun saat malam hari, di mana penerangan sangat minim. Beruntung saat kejadian insiden berlangsung, tidak ada pengendara yang terjebak,” tuturnya.

 Sejauh ini penerangan jalan umum (PJU) di area lokasi kejadian memang tidak ada. Oleh karena itu, Kridarto meminta kepada Pemkab agar segera memasang PJU sekaligus untuk meminimalkan terjadinya kecelakaan. “Pemasangan penerangan serta rambu jalan sangat mendesak. Tebing-tebing ini juga perlu dipasangi membran,” tandasnya.

 Camat Matesih, Murdatmo menambahkan warga yang telah mengetahui longsoran itu langsung bersiaga di sekitar jalan dengan memasang papan peringatan sebagai tanda bagi pengendara agar berhati-hati saat melintas. Pasalnya, kondisi jalan pascalongsor memang porak-poranda, ditambah lagi dengan hujan yang masih mengguyur.

 Murdatmo menambahkan, kondisi pascalongsor juga membuat bukit tampak lebih curam. Beberapa bebatuan cukup besar juga rawan jatuh ke jalan. Warga setempat pun berusaha membersihkan bekas longsoran dengan peralatan seadanya. “Selain membersihkan jalanan yang tertutup longsor, bibir bukit juga dikepras. Bebatuan besar yang masih menempel pada bibir bukit juga turut dibersihkan,” lanjutnya.

 Sementara itu, longsor juga terjadi di Dusun Rotogondang, Desa Girilayu, Kecamatan Matesih. Sebanyak empat rumah sempat terisolir akibat terkena longsoran. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa  itu. Kini penghuni rumah yang tertimpa longsor sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman.

 Kemarin, jajaran Muspida beserta aparat TNI dan Polri, serta relawan dari SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar langsung mendatangi lokasi dan mengevakuasi timbunan longsor bersama warga setempat. “Papan peringatan bencana harus segera dipasang. Itu penting untuk menjadi penanda bagi pengendara yang melintas,” kata Kepala BPBD Karanganyar, Aji Pratama Heru Kristanto.

Sumber : http://joglosemar.co