PG Colomadu Bakal Dijadikan Wisata Kuliner

aaKawasan bekas Pabrik Gula (PG) Colomadu akan disulap menjadi kompleks wisata kuliner dengan konsep heritage oleh Pemkab Karanganyar. Bekerja sama dengan BUMN, Pemkab berniat menata para pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini dinilai tidak teratur.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, PG Colomadu yang juga merupakan peninggalan zaman Mangkunegaran abad ke-19 itu memiliki potensi yang bagus untuk dijadikan sebagai museum industri berkonsep heritage. Untuk menambah gairah wisata, nantinya lokasi itu juga akan  dimanfaatkan sebagai kawasan wisata kuliner.

 “Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) yang disusun bersama Pemprov mengamanatkan penataan Colomadu agar bergairah. Termasuk penataan dari bandara sampai ke batas Kota Solo. Di sini, eks PG Colomadu merupakan ikon penting,” kata Juliyatmono saat mengunjungi Kantor Desa Blulukan, Colomadu, Jumat (24/1).

 Untuk merealisasikan itu, Bupati akan segera menginformasikan kepada para PKL di Colomadu agar mereka mau direlokasi ke kawasan pabrik gula tersebut. Upaya relokasi itu dinilai bakal menguntungkan para PKL dan Pemkab, sebab selain bisa memberi lapangan pekerjaan baru, juga bisa menjadi tambahan pemasukan pendapatan anggaran daerah (PAD).

 Tak hanya itu, Pemkab juga bakal memberi layanan yang memuaskan bagi para PKL dengan memberlakukan pembayaran di muka untuk pembuatan shelter kuliner dan sektor lain yang menunjang kawasan wisata baru tersebut.

 “Konsepnya semi modern. Di depannya dibuat tempat untuk bersantai sambil menyantap,” terangnya.

 Bupati juga berencana bakal mendayagunakan mesin-mesin pengolah tebu milik pabrik yang telah ada sejak zaman kolonial yang sudah tidak terpakai sebagai pendukung daya tarik wisata. Kendati konsep terbilang sudah cukup matang, pihak Pemkab harus berkoordinasi dan negosiasi dengan BUMN dan Pemerintah Pusat.

 “Diharapkan, Colomadu tidak hanya perlintasan dari bandara ke Solo,” jelasnya.

 Camat Colomadu, Joko Budi Utomo menerangkan sampai saat ini terhitung sudah ada sekitar 130 PKL yang berada di Jalan Adi Sucipto, Jalan Adi Sumarmo, dan persimpangan Polsek Colomadu baik arah utara maupun selatan. Para PKL tersebut nantinya bakal segera dikondisikan agar mau untuk direlokasi ke kawasan PG Colomadu.

“Kami tidak bisa mengusir PKL seenaknya. Harus ada solusi. Sejauh ini sebatas pembinaan dan hal-hal umum yang tidak boleh dilakukan PKL, misalnya berjualan di depan kantor kecamatan,” kata Budi.

Sumber : http://joglosemar.co