Hasil Panen Ubi Jalar Melimpah

Bupati Karanganyar Juliyatmono (kiri) bersama Wakil Bupati Rohadi Widodo (berbaju hijau) saat menimbang hasil panen ubi jalar, di Dusun Ngerso, Desa Nglebak, Kecamatan Tawangmangu, Sabtu (25/01) sore.

Bupati Karanganyar Juliyatmono (kiri) bersama Wakil Bupati Rohadi Widodo (berbaju hijau) saat menimbang hasil panen ubi jalar, di Dusun Ngerso, Desa Nglebak, Kecamatan Tawangmangu, Sabtu (25/01) sore.

Karanganyar, Senin (27/01/2014)

Komoditi pertanian menjadi sektor unggulan bagi Kabupaten Karanganyar seperti halnya ubi jalar yang tersebar di berbagi Kecamatan.

Bupati Karanganyar Juliyatmono menuturkan Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan, dan kehutanan (Dispertanbunhut) akan terus menjadikan ubi jalar produk unggulan.

“Ubi sebagai komoditi pertanian yang sangat mudah karena tidak banyak memerlukan perawatan,” kata Bupati Juliyatmono ┬ádisela-sela acara panen ubi jalar, di Dusun Ngerso, Desa Nglebak, Kecamatan Tawangmangu, Sabtu (25/01) sore.

Juliyatmono menambahkan kedepan akan dibuat zonasi wilayah produk pertanian, dengan begitu pengelolaannya mudah dan cepat.”Saat orang akan mencari produk pertanian dengan mudah mendapatkannya. Misal di Nglebak ubi, maka ingatannya kesini,” ujar nya dengan didampingi Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo.

“Hasil panen rata-rata mencapai sekitar 50-58 ton per hektar. Sedangkan setiap satu hektar rata-rata dipunyai satu sampai tiga petani,” kata Bupati.

Dari sisi ekonomi, setiap satu hektar menghasilkan Rp. 50 juta dengan ongkos produksi sekitar Rp. 25 juta. Dengan begitu, perolehan laba bersih rata-rata Rp. 25 juta. Itu untuk empat bulan masa tanam, maka rata-rata dalam satu bulan menghasilkan pendapatan Rp. 1 juta.

Dengan hasil Rp 50 juta perhektare dan ongkos produksi Rp 25 juta, maka hasil bersih yang diperoleh rata-rata Rp 25 juta. Itu untuk empat bulan masa tanam, sehingga rata-rata sebulan menghasilkan pendapatan Rp 1 juta.

Selain di Tawangmangu, sentra komoditi ubi jalar di Karanganyar juga terdapat di wilayah Kecamatan Karangpandan, Matesih, Jenawi, Ngargoyoso, dan Jatiyoso. Sedangkan varietas yang banyak ditanam dengan menggunakan varietas Prambanan.

Yang cukup mengagumkan yaitu luas lahan untuk ditanami ubi jalar di wilayah Kecamatan Tawangmangu saat ini ada sekitar 250 hektar, sedangkan di Desa Nglebak sendiri mencapai kurang lebih 50 hektar.

Ditempat yang sama Kepala Dispertanbunhut Kabupaten Karanganyar, Siti Maesyaroch menjelaskan hasil panen ubi jalar sebagian besar dipasok untuk industri di Yogyakarta. “Untuk dijadikan bahan pembuat saos maupun pasta. Selain itu hasil pertanian ini untuk UMKM penghasil makanan dan kue kering di Kecamatan Tawangmangu,” jelas Siti. pd