Anggaran Promosi Karanganyar Naik 200%

Anggaran promosi pariwisata di Karanganyar naik sekitar 200 persen. Pada tahun lalu, anggaran pengembangan promosi pariwisata hanya mencapai Rp50 juta, kini melonjak hingga sekitar Rp200 juta.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karanganyar, Istar Yunianto, mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk membiayai berbagai program promosi pariwisata di Karanganyar. Misalnya mencetak brosur dan mengikuti kegiatan Java Promo yang menjadi wadah para pelaku usaha pariwisata dan dinas pariwisata se-Jateng dan DIY.
“Kegiatan pengembangan promosi pariwisata membutuhkan dana yang tak sedikit. Makanya, anggaran promosi tahun ini dinaikkan,” katanya saat ditemui di kantornya, Jumat (3/1/2014).
Promosi objek wisata alam perlu dikembangkan untuk meningkatkan citra pariwisata Karanganyar di mata dunia internasional. Pihaknya akan memaksimalkan beberapa program rutin seperti mengundang biro travel wisata dari luar negeri. Mereka diundang untuk mengunjungi beberapa objek wisata alam di Karanganyar. Selama ini, biro travel wisata dari Thailand kerap mengunjungi objek wisata di Karanganyar.
Menurut Istar, pengembangan promosi objek wisata dilakukan untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Potensi pariwisata di Bumi Intanpari cukup menjanjikan lantaran mayoritas objek wisata berada di lereng Gunung Lawu seperti air terjun Grojogan Sewu, Candi Sukuh, dan Candi Cetho. “Objek wisata alam di Karanganyar cukup potensial makanya harus ada program promosi yang benar-benar mampu meningkatkan citra pariwisata,” papar dia.
Target pemasukan PAD dari sektor pariwisata tak mengalami perubahan yakni sekitar kurang lebih Rp800 juta. Pemasukan terbesar berasal dari Grojogan Sewu yang menjadi lokasi favorit wisatawan saat musim liburan dan long weekend. “Target PAD tak berubah, kami akan menggenjot pemasukan PAD dari sektor pariwisata,” terang Istar.
Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono, meminta agar pengembangan kesenian tradisional di Karanganyar ditingkatkan melalui penyelenggaraan berbagai festival kesenian seperti campursari dan karawitan. Pihaknya akan berupaya memperbaiki akses infrastruktur menuju objek wisata. Langkah ini dilakukan untuk menarik para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
Sumber : http://www.solopos.com/soloraya/karanganyar