Gerbang Tol Soker di Desa Ngasem akan Digeser

Proyek pembangunan jalan tol Solo-Kertosono (Soker) akan mengalami sedikit perubahan dari rencana awal. Pintu masuk tol yang awalnya berada di Desa Ngasem, Kecamatan Colomadu, nantinya bakal digeser sedikit ke sisi utara.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Panitia Pembebasan Tanah (P2T) Karanganyar, Any Indrihastuti belum lama ini. Menurutnya, penggeseran pintu tol itu juga berdampak pada dibatalkannya penggusuran tanah kas Desa Ngasem. Tapi belum bisa dipastikan apakah penggeseran itu akan berdampak pada penggusuran lahan baru milik warga atau tidak. “Kami masih menunggu informasi lebih jauh mengenai hal itu,” katanya.

Terkait alasan pergeseran pintu gerbang tol itu, Any belum bisa menjelaskan karena belum mendapat informasi dari pelaksana proyek. Selain itu, pembebasan lahan seluas 35 meter persegi juga akan dilakukan di Desa Klodran, Kecamatan Colomadu yang rencananya akan digunakan sebagai interchange tol Soker.

Any menjelaskan untuk wilayah Karanganyar yang akan dilalui tol Soker ini akan dibangun tiga interchange, yakni di Desa Ngasem dan Klodran, Kecamatan Colomadu dan Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat.

Sementara itu, perkembangan proyek pembangunan tol sudah mencapai sekitar 80 persen. Beberapa lahan yang berada di Desa Jatikuwung dan Jeruksawit, Kecamatan Gondangrejo yang sebelumnya alot, kini sudah selesai dibebaskan. “Sementara untuk Desa Karangturi yang juga masuk Kecamatan Gondangrejo belum, memang agak alot,” ujar Any.

Diungkapkannya, pembebasan lahan mulai berjalan lancar setelah P2T menawarkan harga baru yang telah disetujui oleh tim appraisal. Harga baru tersebut meningkat cukup signifikan yakni sekitar 200 persen. Seperti yang terjadi di Desa Jatikuwung, harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp 400.000 hingga Rp 800.000 per meter persegi.

Camat Colomadu, Joko Budi Utomo saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui rencana pergeseran pintu gerbang tol Soker di Desa Ngasem tersebut. Begitu juga terkait pembebasan lahan baru yang akan digunakan untuk interchange, ia juga mengaku belum mendapat informasi. “Tapi sejauh ini pembebasan lahan di Kecamatan Colomadu sudah beres semua. Untuk perkembangan itu akan saya cek dulu,” katanya.