100 Sertifikat Proda Diserahkan

Bupati Karanganyar Juliyatmono menyerahkan sertifikat Proda kepada warga desa Bakalan, Kecamatan Jumapolo, Senin (23/12)

Bupati Karanganyar Juliyatmono menyerahkan sertifikat Proda kepada warga desa Bakalan, Kecamatan Jumapolo, Senin (23/12)

Karanganyar, Selasa (24/12/2013)

Kabupaten Karanganyar merupakan salah satu dari 15 Kabupaten di Jawa Tengah yang mendapatkan alokasi bantuan stimulan kegiatan sertifikasi tanah di kawasan lindung di luar kawasan hutan dan tanah sawah lestari. Luas tanah sawah lestari di Kabupaten Karanganyar sendiri mencapai 23.618 hektar, dan belum semuanya bersertifikat.

“Sertifikat tanah yang di terima merupakan suatu bukti hak kepemilikan atas  sebidang lahan. Dengan adanya bukti tersebut, maka secara hukum penerima telah resmi dan sah sebagai pemilik lahan,” ujar Bupati Karanganyar Juliyatmono di Balai Desa Bakalan, Kecamatan Jumapolo,  Senin (23/12) saat menyerahkan 100 sertifikat proda.

Dia menambahkan dengan menjaga keseimbangan kelestarian hidup merupakan tugas bersama, bukan hanya tugas perorangan ataupun Pemerintah saja.

“Masyarakat adalah salah satu aktor utama dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Oleh karena itu saya sangat mendukung kegiatan ini, karena disini masyarakat secara aktif berpartisipasi dan memberdayakan diri dengan difasilitasi oleh Pemerintah, khususnya pada pengelolaan kawasan lindung di luar kawasan hutan dan tanah sawah lestari,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermasdes) Kabupaten Karanganyar Sri Desto Untung Raharjo menjelaskan tahun 2012 Kabupaten Karanganyar memperoleh bantuan 150 bidang tanah dan tiap bidang memperoleh bantuan stimulan sebesar Rp. 480,000. Sedangkan tahun ini memperoleh bantuan sebesar 100 bidang tanah dan tiap bidang memperoleh bantuan stimulan Rp. 600,000.

Selain itu  Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Karanganyar Gunawan menuturkan tahun 2013 telah menyelesaikan 17.277 yang terdiri dari Prona sebanyak 5000 sertifikat dan proda 100 sertifikat.

“Pelayanan rutin sebanyak 12.177 sertifikat. Tanah yang bersertifikat ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan pemegang hak, sehingga bisa membuka jalan bagi pemegang untuk meningkatkan kesejahteraan,” tandas Gunawan.pd