28 Peserta Diklat PIM III Jogja, Orientasi Lapangan Karanganyar

DSC_0117 (FILEminimizer)

Bupati Karanganyar Menerima Langsung Rombongan Peserta Diklat PIM 3

Guna mengetahui sekaligus menambah wawasan mengenai program-program yang telah berhasil dilakukan dalam kemajuan pembangunan Kabupaten Karanganyar. Begitu pula sebagai referensi dalam kurikulum yang berkaitan dengan konteks wawasan kebangsaan. Sebanyak 28 peserta dari Nusantara yang tergabung dalam Diklatpim tingkat III Angkatan XCII (112) Pusdiklat Kemendagri Regional Jogjakarta mengikuti Observasi Lapangan (OL) di Kab. Karanganyar, Senin (09/12) di Ruang podang I Kantor setda Karanganyar. “ Kita memilih Karanganyr sebgai obeservasi lapangan, karena ini berkaitan dengan kurikuluum kita tentang wawasan kebangsaan, dimana di Imogiri ada makam Soeharto dan Ibu Tien yang mana mempunyai sejarah,” terang Ir. H. Suroyo, M.Si selaku Ketua Rombongan.

Sementara itu Bupati Karanganyar Rina Iriani saat membuka Observasi Lapangan Diklatpim III jogja, mengatakan bahwa telah banyak program-program Kab. Karanganyar yang telah sukses berjalan. Bahkan Karanganyar sering sekali menjadi percontohan daerah lain baik itu Kab/Kota di Indonesia. “ selama dua periode kepemimpinan saya, ada tujuh program hari kerja yang telah lama dijalankan diantaranya Senin sehat, Selasa Sadar Hukum, Rabu pendidikan dan Berbahasa Indonesia, Kamis bertani, jum”at beribadah, Sabtu Pariwisata dan Minggu bersih dusun. Selain itu juga kita ada beberapa pelayanan administrasi yang bersifat keliling (mobile)/ jemput bola dengan tujuan agar warga masyarakat yang ada di daerah daerah tidak bersusah payah datang ke kota guna mengurus administrasi, antara lain: Ratna Pandusima (Pelayanan Administrasi untuk pembuatan KTP, KK, Akte), larasita (pelayanan pembutan Sertifikat Tanah), Paryati (Pelayanan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan/PBB), Parsih (Pelayanan pembayaran rekening air Bersih), putri Kresna ( Pelayanan Persyaratan Administrasi warga yang akan bekerja ke luar negeri/TKI) serta Layangmas (pelayanan untuk melihat zona industri, pertanian, pariwisata dan pertanahan),” Jelas Bupati. “ Beberapa pelayanan di Karanganyar ini, sengaja kita buat dengan menggunakan nama Jawa dengan tujuan agar mudah diingat oleh masyarakat dan alhamdulillah beberapa pelayanan kita telah masuk MURI dan menjadi percontohan daerah lain,” tambahnya. ad+in