Festival Ngargoyoso Angkat Seni Budaya Lokal

Tumpeng Jumbu terdapat sayuran dan buah-buhan mengiringi arak-arakan Festival Ngargoyoso 2013, Kamis (05/12)

Tumpeng Jumbu terdapat sayuran dan buah-buhan mengiringi arak-arakan Festival Ngargoyoso 2013, Kamis (05/12)

Karanganyar, Jumat (06/12/2013)

Seni budaya mempunyai peran yang besar bagi dunia pariwisata dan kebudayaan itu sendiri harus kuat dan kokoh, sehingga dapat memberi warna dan sentuhan yang berbeda dan positif bagi dunia pariwisata.

Festival Ngargoyoso 2013 mempunyai peran untuk mengangkat potensi wilayah maupun seni tradisional, budaya lokal, dan potensi sejarah yang ada di Kecamatan Ngargoyoso. Prosesi dimulai dengan iring-iringan kirab berkuda oleh jajaran Muspida dan diikuti kelompok kesenian lokal yang berjalan kaki dari Lapangan Desa Ngargoyoso menuju Terminal Kemuning.

Di Terminal Kemuning disediakan panggung untuk unjuk seni dari beberapa kelompok kesenian. Dari mulai tari Sabuk Janur, tari Jaran Gedruk, tari Gatotkaca Gandrung, tari Topeng Hitam dari Selo Boyolali, tari Gambyong, tari Bambangan Cakil. Selain itu juga ada kesenian reog, kesenian tek-tek, sendratari Naya Genggong  Sabdo Palon, hadroh, terbangan, rebana, dan wayang orang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karanganyar Istar Yunianto menjelaskan, Festival Ngargoyoso 2013 kali ini merupakan rangkaian dari Festival Lawu. Bila sebelumnya kegiatan serupa digelar di Tawangmangu, kini giliran digelar di Ngargoyoso. “Tujuan dari kegiatan ini untuk mempromosikan potensi wisata yang ada, menampilkan kreatifitas, kegiatan budaya dan inovatifitas terutama di wilayah Ngargoyoso ini,” katanya, Kamis (05/12) siang kemarin.

Ia menambahkan sangat mengapresiasi dalam Festival Ngargoyoso 2013 kali ini. Kegiatan seperti ini dapat mengangkat potensi kesenian lokal dan sumber daya alam yang ada di Ngargoyoso. “Minat masyarakat yang mengikuti festival maupun yang melihat sangat besar, terlihat,” ungkapnya. pd