18 Puskesmas Layani Deteksi Dini Kanker

Petugas kesehatan memberikan pengetahuan tentang penyakit kanker serviks saat pemeriksaan dan pengobatan, Rabu (04/12) kemarin.

Petugas kesehatan memberikan pemahaman  tentang penyakit kanker serviks saat pemeriksaan dan pengobatan, Rabu (04/12) kemarin.

Karanganyar, Kamis (05/12/2013)

Sebanyak 18 dari 21 Puskemas yang ada di Karanganyar saat ini sudah membuka layanan screening atau deteksi dini kanker. Targetnya, 2015 seluruh warga di Bumi Intanpari sudah melakukan deteksi dini guna mengantisipasi penyakit tersebut.

Salah seorang anggota tim pelatih kegiatan deteksi dini kanker payudara dan leher rahim metode IVA dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar dr Wahyu Tri Widayati menuturkan dari 21 Puskesmas yang ada di Karanganyar, baru ada 18 yang bisa melayani screening kanker. Jika hal itu diketahui sejak dini, maka pasien memiliki resiko sembuh lebih besar. Oleh karena itu, pihaknya menghimbau kepada warga terutama yang beresiko tinggi terkena kanker untuk melakukan screening sejak dini. “Kalau terdeteksi sejak awal, maka pasien masih bisa disembuhkan. Tapi kalau sudah stadium akhir agak sulit penanganannya,” ujarnya.

Deteksi dini tersebut dilakukan mulai tingkat Puskesmas dan dilanjutkan hingga Dinkes. “Bagi pasien yang mengalami kelainan lesipra kanker langsung dirujuk ke klinik ini,” kata dia, Rabu (4/12).

Disampaikan dr Wahyu, kanker leher rahim disebabkan oleh virus HPV dan baru bisa diketahui ketika memasuki stadium dua. “”Bagi pasien yang masih tergolong IVA negatif, kami harap waspada dan melakukan pemeriksaan ulang setahun kemudian,” ujarnya.

Selama kurun waktu tiga tahun terakhir tercatat 43 warga Karanganyar positif kanker. Data itu diambil dari 12.408 warga yang dinyatakan iva positif.

Sementara itu, Dinkes Kabupaten Karanganyar memasang target semua warga di-screening pada 2015. “Sebenarnya harus dibedakan, kanker mulut rahim yakni ketika wanita sudah aktif seksual, kanker payudara lebih karena faktor genetis selain pengaruh lingkungan dan virus, kanker serviks sebabkan oleh virus dari luar yang ditularkan melalui hubungan seksual,” ungkap Ketua Tim Pelatih, dr Heru Priyanto SpOG (K) Onk.

Untuk gejala awal yang umum dalam kanker organ kewanitaan ini bermula dari keputihan. Perempuan bisa dibilang aman bila cairan keputihannya jernih, tidak gatal, tidak bau atau datangnya mengiringi masa menstruasi. “Tetapi kalau keputihannya berulang dan mengeluarkan darah ketika berhubungan seksual perlu diperiksakan,” jelasnya.

Ketua IDI Karanganyar, dr Sutiyono menambahkan, kanker serviks selama ini memang menjadi momok bagi perempuan. Bisa dikatakan, kanker tersebut menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia yang kemudian disusul oleh kanker payudara. Sebab setiap dua menit ada satu orang wanita di dunia meninggal karena kanker serviks, sedang di Indonesia tiap satu jam kanker serviks menelan satu korban jiwa. pd