412 Orang Berebut Formasi Jabatan Perangkat Desa

SERIUS- salah satu peserta terlihat serius mengerjakan soal dalam ujian  tertulis bagi calon perangkat desa, di Balai Desa Ngijo, Tasikmadu, Selasa (03/12)

SERIUS- Salah satu peserta terlihat serius mengerjakan soal dalam ujian tertulis bagi calon perangkat desa, di Balai Desa Ngijo, Tasikmadu, Selasa (03/12)

Karanganyar, Rabu (04/12/2013)

Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Bagian Pemerintahan Desa (Pemdes) mengadakan seleksi tes tertulis bagi perangkat desa dikarenakan terdapat kekosongan jabatan perangkat desa.

Kepala Bagian Pemdes Sunarno menuturkan merespon kekosongan yang terjadi, dari pihak Pemdes mengadakan seleksi tertulis. Kekosongan pada 91 formasi itu diperebutkan oleh 412 peserta calon perangkat desa. Mereka terbagi dalam tiga kelompok yang mengikuti ujian tertulis di tiga lokasi berbeda.

 

“Jumlah peserta di tiap lokasi ujian tertulis tidak sama. Di hari pertama diikuti oleh sekitar 112 peserta. Di hari kedua diikuti sekitar 160 dan sisanya mengikuti besok (hari ini),” ujar Sunarno, di Balai Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Selasa (03/12) kemarin.

Hari pertama ujian tertulis di Balai Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, diikuti oleh calon perangkat dari Tawangmangu, Karangpandan, Matesih, Ngargoyoso, Jenawi dan Kerjo. Sementara di Balai Desa Ngijo Kecamatan Tasikmadu diikuti oleh peserta dari Tasikmadu, Jumantono, Jumapolo, Jatipuro, Jatipuro dan Jatiyoso. Selanjutnya ujian tertulis di Balai Desa Jati, Kecamatan Jaten diikuti calon perangkat dari Jaten, Kebakramat, Mojogedang, Colomadu dan Gondangrejo.

Secara umum, materi dari ujian tertulis terbagi dalam dua kategori. Untuk soal dari Pemkab berisikan materi tentang bahasa Indonesia, Pancasila, Pengetahuan tentang UUD 45 serta UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Sementara soal dari desa bermaterikan pengetahuan tentang pemerintahan desa dan pengetahuan umum. “Soal dibuat sebanyak 100 soal. Jadi soal yang diujikan kali ini sebanyak 200 soal,” tuturnya.

Dia menuturkan kekosongan formasi perangkat desa ini terdiri dari sejumlah jabatan. Dari mulai kepala dusun (kadus), Kepala Seksi (Kasi) dan Kepala Urusan (kaur). “Kekosongan terjadi karena perangkat yang lama telah pensiun. Kekosongan mulai terjadi sejak bulan Februari hingga sekarang ini,” ungkapnya.

Kendati terjadi kekosongan, dipastikan kinerja pelayanan desa selama ini tetap berjalan lancar. Sunarno menegaskan, setiap formasi yang kosong sementara waktu ditangani oleh perangkat lainnya. “Jadi pelayanan kepada masyarakat desa tetap berjalan normal. Sebab yang mengurusi di formasi yang kosong itu ada, meskipun belum secara definitif,” urainya.

Dalam ujian ini peserta dianggap lolos bila berhasil meraih nilai minimal 6,0. Standar nilai terendah itu merupakan akumulasi dari perhitungan setiap soal yang memiliki bobot nilai 0,5. “Namun jika  dalam satu formasi terdapat lebih dari satu pelamar, maka ditetapkan nilai tertinggi. Bila ada nilai tertinggi sama, maka peserta yang bersangkutan akan mengikuti ujian ulang saat itu juga. Sebab hasil dari ujian tertulis ini juga langsung diumumkan beberapa saat setelahnya,” paparnya.

Saat ujian kemarin ternyata ada dua peserta yang nilainya sama, sehingga dilakukan ujian tertulis cadangan sampai dengan pukul 17.00

Untuk pelantikan peserta yang lolos nanti langsung dilakukan di tiap desa oleh kades yang bersangkutan. Sebab untuk melantik perangkat desa cukup hanya dengan mengeluarkan SK Kades setempat saja.  “Pelantikan dari 91 formasi yang kosong itu nanti langsung oleh kades dengan difasilitasi oleh camat selaku pembimbing wilayah setempat,” imbuhnya.pd