Protes Limbah Pabrik Karanganyar, BLH Tunggu Hasil Penelitian Laboratorium

Badan Lingkungan Hidup (BLH) Karanganyar masih ragu menyemprit pengelola pabrik tapioka dan glukosa PT Budi Lumbung Cipta Tani di Jatisobo, Jatipuro, Karanganyar. Sejauh ini, BLH masih menunggu hasil penelitian laboratorium air limbah yang diduga mencemari Sungai Walikan.

Sebagaimana diketahui, warga di Sonorejo, Ngadirojo, Wonogiri melakukan aksi demontrasi ke kompleks pabrik, Kamis (7/11/2013). Demo yang berakhir ricuh itu menuntut pabrik bertanggungjawab atas tercemarnya Sungai Walikan. Dalam demo itu, warga juga menuding, pabrik tak memiliki izin IPAL. Meski pabrik berada di Karanganyar, warga di

 Wonogiri terkena imbasnya. Tak ingin dirugikan, warga berbondong-bondong menggeruduk pabrik pekan kemarin. “Saat ini, air limbah masih diuji di laboratorium. Hasil itu baru diketahui dua pekan setelahnya. Hasil itulah yang akan dijadikan pedoman untuk mengambil langkah berikutnya. Jadi, kalau belum ada dasarnya, belum bisa bicara sanksi,” kata Kepala BLH Karanganyar, Waluyo Dwi Basuki, saat ditemui di Alun-Alun Karanganyar, Minggu (10/11).

 Basuki menjelaskan selain menunggu hasil uji laboratorium, pihaknya juga berenncana menggelar pertemuan dengan warga dan pengelola pabrik. BLH Karanganyar merasa perlu menggagas pertemuan itu agar suasana tetap kondusif. diharapkan, pertemuan itu menghasilkan kesamaan persepsi antara warga dan pengelola pabrik. Pertemuan kemungkinan besar sekitar tanggal 20 November mendatang.

 “Bagi saya, persoalan itu bermula dari salah paham. Jadi, harus dibahas bersama-sama. Dari sana nanti juga terlihat, apakah pabrik bisa dibina atau tidak? Kalau meang tidak bisa dibina, ya dibinasakan. Tapi, kami tetap memathui prosedur. Kalau ternyata ada kesalahan, kami pasti memberikan peringatan keras terlebih dahulu. Itu semua bisa diketahui setelah melihat uji laboratorium dan pertemuan dengan pengelola pabrik,” katanya.

Sumber : http://www.solopos.com