Soal Ujian Honorer Dibakar

Setelah digunakan ujian honorer kategori 2, soal tes dimusnahkan untuk menghindari penyalahgunaan, di BKD Karanganyar, Minggui (03/11) sore

Setelah digunakan ujian Honorer Kategori 2, soal tes dimusnahkan untuk menghindari penyalahgunaan, di BKD Karanganyar, Minggui (03/11) sore

DSC_0110tulisan

Beberapa panitia seleksi CPNS dari Honorer Kategori 2 Kabupaten Karanganyar, membakar soal ujian honorer K2 setelah digunakan, Minggu (03/11) sore.

Karanganyar, Senin (04/11/2013)

Panitia pelaksana seleksi CPNS  dari Honorer Kategori 2 (K2) membakar soal ujian di kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Karanganyar, Minggu (03/11) sore. Pembakaran itu dilakukan sesuai dengan arahan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Ketua Pelaksana pengadaan tes CPNS Honorer K2 Karanganyar, Samsi mengatakan Pemkab hanya sebatas memfasilitasi pelaksaan seleksi. Pasalnya, semuanya hal termasuk pengadaan soal, berita acara, dan koreksi dilakukan oleh pemerintah pusat.

Dengan demikian, Pemkab hanya sebatas memanggil peserta, menyediakan soal yang telah disiapkan oleh pemerintah pusat serta menyediakan tempat dan pengawas ujian. Untuk seleksi CPNS honerer K2, Pemkab memilih SMA 1 Karanganyar.

“Semuanya dilakukan oleh pemerintah pusat. Usai pelaksanaan tes, diinstruksikan oleh pemerintah untuk menghapusnya dengan cara dibakar. Ini untuk mengantisipasi soal dibawa pulang oleh peserta karena itu memang dilarang oleh pemerintah,” ujar Samsi, Minggu (03/11).

Selain membakar soal, panitia pelaksana pengadaan tes juga diminta menandatangani berita acara dan mengirimkannya beserta Lembar Jawab Komputer (LJK) yang sudah diisi oleh 447 peserta.

Sementara itu, Kepala BKD Karanganyar, Larmanto mengungkapkan Pemkab masih kekurangan 500-an guru SD. Dengan adanya seleksi CPNS Honorer K2 ini diharapkan mampu memperkecil kekurangan tersebut. “Masih kekurangan 500-an guru SD. Di sisi lain, ada kelebihan PNS dari teknis umum sebanyak 200-an. Mereka tidak boleh digeser untuk mengisi kekosongan kursi guru SD karena memang kemampuannya berbeda,” katanya lagi.

Usai pengumumam seleksi CPNS honorer K2, pihaknya akan melakukan penataan agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih maksimal. Utamanya, mengisi kekosongan kursi yang vital. “Kita tunggu saja pengumuman tes. Setelah itu, akan kita tata ulang,” ujarnya. pd