Kelanjutan Fly Over Tunggu Kesepakatan Bersama

Kelanjutan proyek pembangunan jembatan layang (fly over) Palur hingga kini belum ada kejelasan. Saat ini baik warga, pemerintah Kecamatan Jaten, maupun Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar masih melakukan pembahasan terkait waktu pengerjaan dan pembebasan lahan milik warga yang terkena pembangunan.

Menurut Camat Jaten, Titik Umarni, proyek pembangunan fly over yang bakal menelan dana Rp 82 miliar ini hingga kini belum jelas kapan akan dilanjutkan kembali. “Untuk pastinya kapan belum final. Kita masih akan merundingkannya dengan warga dan pihak terkait lainnya,” ungkapnya, Jumat (1/11).

 Kendati informasi yang beredar pada Desember proyek fly over ini akan kembali dilanjutkan, Titik menegaskan masih harus menunggu kesepakatan bersama. Pasalnya, pembebasan lahan sendiri hingga kini juga belum selesai. “Yang jelas kita menunggu hasil perundingan dulu. Kalau soal pembebasan lahan Desa Dagen memang warga cenderung sudah menerima, tidak ada masalah,” terangnya.

 Ia menambahkan terkait pembebasan lahan Desa Ngringo sejauh ini belum dibicarakan. Pihaknya berencana melakukan pendataan terlebih dahulu kepada seluruh warga yang rumahnya terkena dampak pembangunan fly over ini. “Minggu depan kita akan adakan pertemuan dengan warga untuk membahas biaya pembebasan lahan. Khususnya untuk Desa Ngringo karena sejauh ini belum dibicarakan lagi setelah proyek ditunda,” tandasnya.

 Sementara, salah seorang warga Palur yang rumahnya terkena proyek fly over mengatakan berdasarkan informasi yang didapatkannya dari DPU Karanganyar pembangunan akan dilanjutkan Desember atau Januari nanti. Namun ia juga masih belum mendapatkan kejelasan kapan tepatnya proyek ini akan kembali berjalan.

 Diyono menuturkan warga sekitar khususnya wilayah Dagen dan Palur tidak mempermasalahkan dengan pembebasan lahan. Karena sebelumnya warga dan pemerintah sudah melakukan pertemuan untuk membahas soal pembebasan lahan dan warga cenderung tidak mempermasalahkan. “Kalau soal pembebasan lahan warga sih tidak terlalu mempermasalahkan. Karena sudah dibicarakan secara baik-baik,” ujar pria yang berprofesi sebagai petugas parkir di sebuah rumah makan di Jalan Raya Palur ini.

 Di sisi lain, Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Samsi mengatakan setelah proses pembebasan lahan selesai, proyek pembangunan fly over akan segera dimulai kembali. Ia menjelaskan proyek ini bila sesuai jadwal akan selesai pada pertengahan tahun 2015 mendatang.

Berdasarkan informasi, terdapat 81 bidang tanah dengan 61 pemilik di wilayah yang terkena proyek pembangunan fly over. Untuk rinciannya, sebanyak 21 bidang tanah dengan 16 pemilik di jalan Palur-Sragen dan di jalan Palur-Dagen sebanyak 25 bidang tanah dengan 21 pemilik.  Sedangkan 35 bidang tanah dengan 24 pemilik terdapat di jalan Palur-Mojolaban, Sragen.

Sumber : joglosemar.co/2013/11/kelanjutan-fly-tunggu-kesepakatan-bersama.html