Diklat PIM IV Kabupaten Pasuruan Adakan Observasi Lapangan ke Kabupaten Karanganyar

DSC_0292 (FILEminimizer)

Kepala BKD Karanganyar Larmanto saat tukar menukar cinderamata dengan Kepala Bidang Litbang dan Diklat Kabupaten Pasuruan

Rombongan peserta Diklat PIM IV Angkatan Ke-500 Kab. Pasuruan yang berjumlah sekitar 50 orang yang terdiri atas 40 orang peserta, 1 Widyaiswara Prop Jatim dan 9 Pendamping diterima oleh Kepala BKD Kabupaten Karanganyar Drs. Larmanto, M.Si di Ruang Podang I Gedung Setda Karanganyar tadi pagi (29/10/2013). Dipimpin oleh Dr. H. Muhammad Nasir, M.Pd selaku Kepala Badan Litbang dan Diklat Kabupaten Pasuruan bertujuan untuk melakukan observasi secara langsung terhadap pengoptimalan potensi – potensi yang ada di Kabupaten Karanganyar yang terkenal akan Industri, Pertanian dan Pariwsata ( INTANPARI ) nya. Selain peserta diklat, hadir pula SKPD terkait sebagai nara sumber seperti BPPT, Dinas Kesehatan dan Dinas PU.

Bupati Karanganyar Dr. Hj. Rina Iriani SR., M.Hum dalam sambutannya yang dibacakan oleh Larmanto mengatakan rasa terima kasih kepada panitia Diklat PIM atas dipilihnya Kabupaten Karanganyar sebagai destinasi untuk mereka berlatih, belajar sekaligus menggali segala potensi yang ada di Kab. Karanganyar. Dalam paparan singkatnya, Larmanto menyampaikan segala potensi yang ada di Kabupaten Karanganyar, seperti 7 Program Kerja (Senin Sehat, Selasa Sadar Hukum, Rabu Pendidikan, Kamis Bertani, Jumat Keliling, Sabtu Wisata dan Minggu Bersih), Program-progam unggulan (Paryatti = Pajak Rakyat Terurusi Tenteram Indonesia, Ratna Pandusima = Rakyat Terdaftar Negara Aman Layanan Terpadu Siang dan Malam, Parsih = Pembayaran Air Bersih, Larasita = Layanan Rakyat untuk Sertifikasi Tanah, LPSE = Layanan Pengadaan Secara Elektronik, BPPT = Badan Pelayanan Perizinan Terpadu).

Muhammad Nasir selaku ketua rombongan menambahkan bahwa Kab. Pasuruan yang termasuk kawasan segitiga emas antara Surabaya-Malang-Bali ingin belajar sekaligus menggali informasi sebanyak-banyak dalam bidang perijinan, pengairan dan kesehatan yang ada di Kabupaten Karanganyar, karena Kabupaten Karanganyar yang mempunyai potensi luar biasa dinilai mampu mengoptimalkannya. (ad)