Puting Beliung Terjang 5 Kecamatan di Karanganyar

Angin puting beliung kembali menerjang wilayah di lima kecamatan, Kabupaten Karanganyar, Rabu (23/10), siang. Akibat kejadian tersebut 17 rumah mengalami kerusakan berat dan puluhan rumah lainnya rusak ringan. Total kerugian bencana alam ini masih dalam penghitungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar.

Satu rumah milik Bu Broto (65), warga Dusun Mendalan RT 2 RW V, Desa Koripan, Kecamatan Matesih, Karanganyar, tertimpa pohon yang tumbang. “Awalnya ada awan hitam dari atas, terus muter-muter sampai mengangkat pohon. Di bawahnya seperti ada asap putih lalu pohon itu seperti dicabut dan jatuh ke rumah Bu Broto,” terang Dahyono (54), warga dusun setempat.

 Beruntung saat kejadian, rumah sedang dalam kondisi kosong. Sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. “Kejadiannya sekitar pukul 13.30 WIB. Saat kejadian empat anggota keluarga sedang tidak ada di rumah,” ujar Dahyono.

 Dahyono mengatakan, satu pohon durian yang tumbang menimpa satu rumah. Sedangkan dua pohon kelapa yang juga tumbang, kata Dahyono, ambruk ke tambak ikan milik Bu Broto. “Iya yang tumbang ada tiga pohon. Tapi yang menimpa rumah Bu Broto hanya satu pohon durian. Tapi ini sampai membuat rumahnya hancur,” tandasnya.

 Ia menambahkan, kerugian yang diderita pemilik rumah ditaksir mencapai sekitar Rp 12 juta.  Kondisi rumah milik Bu Broto sendiri sudah hancur, atapnya dan dinding-dindingnya ambruk akibat dihantam pohon durian tersebut. “Rumahnya langsung hancur dihantam pohon. Tapi syukur tidak ada korban jiwa,” tuturnya.

 Selain di Kuripan, Matesih, puting beliung juga menerjang Desa Karanglo, Tawangmangu, Tankluk Jumantoro, Jumapolo, Klumprit Jatipuro dan Kota Karanganyar. Sementara itu, Kepala BPBD Karanganyar Aji Pratama Heru Kristanto saat mengunjungi lokasi kejadian mengatakan sedikitnya ada 14 titik yang terkena bencana akibat angin puting beliung dan pohon yang tumbang. “Ada 14 titik yang telah dilaporkan kepada kami. Salah satunya di sini (rumah Bu Broto-red),”.

 Menurutnya, berdasar laporan yang diterima ada 17 rumah rusak berat dan puluhan lainnya rusak ringan.

 “Akibat bencana yang melanda wilayah tersebut, kami mencatatkan terdapat kerugian material yang diderita warga setempat karena sedikitnya 17 rumah mengalami kerusakan cukup berat, sedangkan masih ada puluhan rumah lainnya yang rusak ringan,” kata dia.

 Disinggung soal total kerugian yang diakibatkan puting beliung tersebut, katanya, sampai sekarang masih dalam proses penghitungan ulang.

 Heru menambahkan, pohon tumbang belakangan banyak terjadi di wilayah Karanganyar. Mengingat ini sudah mulai memasuki musim pancaroba. Dia berharap masyarakat agar senantiasa waspada karena bencana sewaktu-waktu bisa datang. “Iya ini sudah mulai pancaroba jadi masyarakat harus waspada. Biasanya angin itu kan datang sebelum hujan tiba. Jadi kalau ada angin warga wajib langsung keluar rumah untuk menyelamatkan diri barangkali ada kejadian seperti ini,” ungkap dia.

Disinggung soal upaya yang bakal dilakukan BPBD terkait bencana yang kerap terjadi ini, Heru menjelaskan, pihaknya akan senantiasa mengantisipasi bencana dengan melakukan arahan-arahan kepada warga agar siap siaga ketiga hujan turun. Ia juga akan bekerja sama dengan   pihak DKP Karanganyar untuk meminta menebang pohon-pohon yang dinilai sudah seharusnya ditebang agar tidak terjadi kejadian seperti ini lagi. “Nanti kita akan sampaikan ke DKP Karanganyar agar memotong pohon-pohon yang sudah harus ditebang agar tidak menimpa korban. BPBD akan terus bersiaga selama 24 jam untuk menangani setiap bencana yang terjadi di Karanganyar,” pungkasnya.