Layang Mas, Berikan Informasi Pertanahan

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Hendarman Supandji  di dampingi Bupati Karanganyar, Rina Iriani mencoba pengoperasionalan perdana LayangMas (Layanan Anggota Masyarakat) yang berupa layar sentuh berisi informasi pertanahan.
Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Hendarman Supandji didampingi Bupati Karanganyar, Rina Iriani mencoba pengoperasionalan perdana LayangMas (Layanan Anggota Masyarakat) yang berupa layar sentuh berisi informasi pertanahan.

Karanganyar, Minggu (01/09/2013)

Inovasi teknologi untuk pertanahan terus dikembangkan, salah satunya dengan adanya Layang Mas (Layanan Anggota Masyarakat). Yakni perangkat elektronik layar sentuh yang berisi informasi pertanahan berbasis geo KKP (Komputerisasi Kantor Pertanahan).

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Hendarman Supandji saat mengoperasikan Layang Mas mengatakan  teknologi tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat dalam membaca dan memetakan wilayah geografi Karanganyar.

“Layanan ini baru kali pertama diluncurkan di Kabupaten Karanganyar. Kami berharap inovasi dalam bidang pertanahan ini dapat mempermudah akses masyarakat dalam mencari informasi mengenai pertanahan,” kata dia di sela-sela launching Layang Mas di Lor in Hotel, Jumat (30/8).

Hendarman menambahkan, layanan ini juga dimungkinkan bisa mengurangi angka sengketa tanah yang dari tahun ke tahun mengalami penambahan yang cukup besar. Bisa diartikan, Karanganyar menjadi pylot project bagi program itu. Jika berhasil, lanjut dia, Layang Mas juga akan diterapkan di semua kabupaten/ kota se-Indonesia.

Di tempat yang sama, Bupati Rina Iriani menyatakan program ini juga bisa diakses oleh para investor yang ingin memperluas usahanya di sana. Meski demikian, dirinya menekankan tidak semua investor diberikan rekomendasi untuk mendirikan usaha di Bumi Intanpari. Pasalnya, Pemkab juga harus menyesuaikan zona atau wilayah yang sudah diatur dalam aturan yang ada, di antaranya Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Jika memang melanggar aturan itu, maka Pemkab tidak akan memberikan izin pendirian usaha. Hal ini pula yang dialami oleh puluhan investor yang melirik Karanganyar sebagai daerah usaha.

“Ya maaf kami tidak akan tebang pilih dalam memberikan izin. Kami akan tetap menyambut para investor dengan tangan terbuka, tapi kami juga harus mendasarkan semua kebijakan dengan aturan yang ada. Kalau melanggar, maka kami akan menolaknya,” kata dia.

Rencananya akan ditempatkan di sembilan lokasi yang diberi anjungan Layang Mas, yakni Bandara Adi Sumarmo, Lor In Solo Hotel, Kantor Setda Karanganyar, Kantor BPN Karanganyar, DPRD, Rumah Dinas Bupati, Bappeda, DPPKAD, dan BPPT Kabupaten Karanganyar. pd