Calon Haji Karanganyar Berangkat 5-6 Oktober

Sebanyak 465 calon haji Karanganyar sedang melakukan manasik haji di Masjid Agung Karanganyar, Selasa (27/08)
Sebanyak 465 calon haji Karanganyar sedang melakukan manasik haji di Masjid Agung Karanganyar, Selasa (27/08)

Karanganyar, Selasa (27/08/2013).

Calon haji (calhaj) Karanganyar tahun ini sejumlah 465 jamaah direncanakan berangkat ke tanah suci 5-6 Oktober yang terbagi dalam tiga kelompok terbang (kloter) yakni kloter 64, kloter 65, dan kloter 66.

Untuk kloter 64 berangkat tanggal 5 Oktober sekitar pukul 5 sore, kloter 65 berangkat tanggal 6 Oktober sekitar pukul 12 siang, sedangkan kloter 66 berangkat tanggal 6 Oktober pukul 3 sore.

Sementara itu, selama menjalankan ibadah haji, mereka diminta untuk waspada terhadap virus corona. Virus itu mirip gejala influensa, tetapi perkembangan nya sangat cepat.

“Kami menghimbau kepada calon jamaah untuk selalu menjaga kondisi tubuh, selalu memakai masker, dan menjaga kebersihan tangan. Sebab virus itu menyebar di Timur Tengah,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, saat memberi pengarahan Calon Haji Karanganyar, di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Senin (26/08).

Dia juga menghimbau sebelum berangkat agar suntik vaksinasi influensa agar bisa kebal dengan menularnya virus itu.

Kepala Kemenag Karanganyar, Mustain Ahmad, menjelaskan jadwal keberangkatan seluruh calhaj dari Karanganyar tersebut saat ini telah beres. Semua persiapan telah dilakukan dari sejak pembekalan di tingkat kecamatan. “Kami memberikan pemantapan sosialisasi sebanyak tujuh kali pertemuan. Ditambah dua kali pertemuan lagi di tingkat kabupaten,” jelasnya.

Dalam persiapan pada dua hari terakhir, seluruh calhaj mendapatkan bimbingan khusus mulai dari bimbingan kesehatan hingga pelatihan manasik haji. Untuk pelatihan manasik haji yang di Masjid Agung Karanganyar pada, Selasa (27/08), seluruh calhaj bakal mempraktekkan berbagai tata cara ibadah haji dengan dilengkapi miniatur Ka’bah. “Untuk pelatihan manasik haji, di Masjid Agung Karanganyar dijadikan lokasi Ka’bahnya, kemudian Matesih menjadi lokasi Arofahnya serta lapangan Ngadiluwih menjadi lokasi Muzdalifah dan Mina,” tambahnya. pd