1.000 Bendera Merah Putih Akan Dikibarkan di Puncak Lawu

Sebanyak 1.000 bendera merah putih akan dikibarkan oleh para pendaki di puncak Gunung Lawu, Karanganyar, Sabtu (17/8/2013) pagi.

Ratusan orang diprediksi akan mulai mendaki Gunung Lawu melalui jalur Cemara Kandang, Karanganyar, pada Jumat (16/8/2013) siang. Para pendaki tersebut bakal menggelar upacara bendera untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Puncak Hargo Dumilah Sabtu (17/8/2013) pagi. Selain mengibarkan selembar Sang Saka Merah Putih berukuran besar untuk upacara, para pendaki juga bakal memasang lebih kurang 1.000 bendera dwi warna berukuran sedang di puncak tertinggi Gunung Lawu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru, menjelaskan sedikitnya terdapat 80 orang anggota organisasi Anak Gunung Lawu (AGL) yang bakal disiagakan untuk menjaga keselamatan para pendaki.

Anggota AGL tersebut terbagi dalam dua tim, tim pertama diberi tugas mendaki Lawu pada Jumat pagi untuk menyiapkan pos serta 1.000 bendera yang akan dikibarkan. Sementara, tim kedua bertugas menjaga keamanan di pos pemberangkatan di Cemara Kandang.

Heru mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pengurus AGL untuk memastikan keselamatan para pendaki. Dia juga telah mengimbau AGL memasang rambu-rambu untuk memandu para pendaki supaya tidak tersasar.

“Nanti anggota AGL akan memandu para pendaki, mungkin secara langsung atau memasang petunjuk arah, supaya tidak ada kejadian pendaki yang tersasar atau bahkan hilang seperti di Merapi,” ungkap dia saat dijumpai  di Kantor BPBD Karanganyar, Kamis (15/8/2013).

Lebih lanjut, Heru mengimbau para pendaki membawa seluruh perlengkapan pendakian, mulai dari baju hangat, tenda, tali-temali, obat-obatan, hingga logistik yang mencukupi. Dia juga meminta para pendaki membawa alat komunikasi yang dapat digunakan di atas gunung supaya dapat segera menghubungi anggota AGL jika mengalami kesulitan dalam pendakian.

“Jangan sampai ada yang tercecer, jumlah logistik harus diperhitungkan. Kami juga akan melakukan seleksi supaya tidak ada pendaki pemula yang nekat mendaki tanpa dipandu, kalau ada apa-apa segera hubungi kawan-kawan AGL,” terang dia.

Heru mewanti-wanti para pendaki untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan ataupun meninggalkan bara api yang belum dimatikan. Pasalnya, musim kemarau membuat potensi kebarakan hutan kian meninggi.

Sementara itu, salah seorang pengurus AGL yang tengah bertugas di Pos Cemara Kandang, Bibit Suyono, menyatakan kondisi Gunung Lawu aman untuk didaki meski diselimuti kabut tipis. Suhu udara di pos setempat mencapai 18 derajat celcius pada Kamis siang dan diprediksi kian menurun pada malam hingga dini hari.