Polres Karanganyar Musnahkan 10.726 Botol Miras

Bupati Karanganyar, Rina Iriani melempar sebuah botol miras dalam pemusnahan 10.726 botol miras hasil sitaan selama operasi pekat 2013, di Mapolres Karanganyar, Selasa (23/07)
Bupati Karanganyar, Rina Iriani melempar sebuah botol miras dalam pemusnahan 10.726 botol miras hasil sitaan selama operasi pekat 2013, di Mapolres Karanganyar, Selasa (23/07)

Karanganyar, Selasa (23/07/2013)

Sebanyak 10.726 botol minuman keras (Miras) dari berbagai jenis dan merek dimusnahkan di Mapolres Karanganyar, Selasa (23/07) pagi. Puluhan ribu botol miras itu merupakan hasil sitaan Polres dari sejumlah operasi penyakit masyarakat (Pekat).

Selain dihadiri jajaran Polres setempat dan juga Kapolres Karanganyar AKBP Nazirwan Adjie Wibowo, nampak pula Bupati Karanganyar Rina Iriani, Ketua MUI Zainuddin, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Agus Winoto, Ketua KNPI Suparmi, dan ulama serta ormas Islam di Bumi Intanpari.

Kapolres menegaskan jika tidak ada toleransi bagi peredaran miras. Hal ini berbeda dengan daerah lain, di mana ada yang memperbolehkan peredaran minuman keras dengan pembatasan kadar alkohol. “Kalau di Karanganyar tidak diperbolehkan memperjualbelikan miras. Entah merek atau jenis apa pun. Jika tetap menjual atau membeli, akan kami tindak,” kata dia di Mapolres Karanganyar.

Dalam setiap operasinya, Polres selalu menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak, di antaranya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karanganyar. Meski demikian, aparat penegak hukum juga memerlukan peran serta masyarakat dalam mencegah praktik peredaran miras di Karanganyar. “Jika masyarakat mengetahui atau ada informasi mengenai transaksi atau konsumsi miras, maka bisa langsung menghubungi pihak kepolisian,” ujarnya.

Ditambahkan Nazirwan, dengan adanya Perda Pengaturan Miras, tentunya menjadi senjata baginya untuk menindak para warga yang melanggarnya.

Sementara itu, Ketua MUI Zainuddin menyambut baik operasi dan pemusnahan miras oleh Polres Karanganyar. Pihaknya berharap operasi pekat bisa dilaksanakan sesering mungkin. Selain mengurangi perluasan peredaran miras, hal itu dirasa lebih efektif dalam menghilangkan kebiasaan sekelompok orang yang sering mengonsumsi miras.

Selain miras, juga dimusnahkan 1.800 buah petasan kecil maupun sedang hasil sitaan selama razia.pd