Awas 5 Titik Rawan Macet di Karanganyar Pasca Mudik Lebaran

Sedikitnya lima titik wilayah di Kabupaten Karanganyar diprediksi rawan terjadi kemacetan selama arus mudik maupun arus balik Lebaran.

Kelima lokasi rawan kemacetan itu antara lain Bundaran Intan Pari, Jalan Raya Palur, Jaten Karanganyar, Simpang empat Kebakkramat, simpang empat Colomadu serta Jalan Karanganyar-Tawangmangu khususnya disekitar obyek wisata Grojogan Sewu. Jalan Raya Solo-Sragen, khususnya di wilayah Jaten hingga Kebakkramat, merupakan titik yang paling rawan macet lantaran proses perbaikan dan pelebaran jalan belum usai.

“Kalau kami tanya pelaksana proyek, katanya pelebaran jalan antara Sroyo hingga Grompol tidak akan mengganggu arus lalu lintas. Tapi itu katanya mereka, nyatanya setiap pagi kami lihat volume kendaraan di sana masih sangat padat,” ungkap Kabag Ops Polres Karanganyar, Kompol I Komang Budayana dalam Rapat Koordinasi Persiapan Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriah di Rumah Dinas Bupati Karanganyar

Komang menjabarkan jalur utama dalam arus mudik di wilayah Bumi Intanpari yang telah dipersiapkan meliputi Jalan Palur-Kebakkramat, jalur Jaten-Tawangmangu-Cemara Kandang serta Colomadu. Selain itu, terdapat sejumlah jalur alternatif yang biasa digunakan para pemudik, yakni jalur Solo-Sragen via Jalan Raya Solo-Purwodadi, jalur Solo-Wonogiri, serta Solo-Madiun melalui Tawangmangu. “Jalur Jaten-Tawangmangu bisa melalui Mojogedang, namun kami mohon Dishubkominfo menambahkan rambu-rambu lalu lintas serta penerangan jalan karena di sana masih sangat kurang sehingga rawan kecelakaan dan kejahatan,” urai dia.

Lebih lanjut, Komang mengatakan terdapat tiga titik yang paling rawan terjadi kecelakaan, yakni Jalan Raya Solo-Sragen, Jl. Lawu (Karanganyar Kota), serta Jl. Solo-Purwodadi. Pasalnya, volume kendaraan yang melintasi ketiga jalur itu biasanya sangat padat pada tujuh hari sebelum Lebaran hingga tujuh hari setelahnya. Selain itu, kondisi jalan Solo-Purwodadi juga mengalami kerusakan cukup parah.

“Jalur Tawangmangu-Cemara Kandang juga termasuk rawan, sebab seringkali ada mobil yang mogok dan menggelondor pada tanjakan Gondosuli Cemara Kadang, itu kan cukup berbahaya. Obyek wisata Grojogan Sewu juga rawan terjadi bencana, khususnya longsor, jadi saya minta semua pihak berkenan berkoordinasi untuk siaga bencana,” terang Komang.

Guna mengantisipasi kerawanan dalam arus mudik dan arus balik, Polres Karanganyar menyiapkan enam buah pos pengamanan (Pospam) yang terletak di Colomadu, Palur, Sroyo, Bejen, Tawangmangu, dan Cemara Kandang. Komang juga meminta kerjasama dari seluruh SKPD terkait di Karanganyar untuk mengawal persiapan Hari Raya Idul Fitri, khusunya yang terkait dengan arus mudik.

Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Samsi juga mengimbau 20 SPBU di wilayah Karanganyar memastikan stok BBM aman selama arus mudik dan arus balik Lebaran. Selain itu, dia meminta pihak pelaksana proyek pelebaran Jalan Raya Solo-Sragen menghentikan aktivitas pembangunan pada H-10 Lebaran supaya arus mudik dapat berjalan lancar.

Sementara itu, Kepala Dishubkominfo Karanganyar, Nunung Susanto, menjamin penerangan dan rambu-rambu di sejumlah jalan yang kerap dilalui para pemudik bakal aman. Dia juga mengaku akan memantau arus mudik di wilayah Karanganyar.