Museum Dayu Jadi Wisata Edukatif

Bupati Karanganyar, Rina Iriani, bersama beberapa Kepala Satuan Kerja Perangakat Daerah (SKPD)  meninjau pembangunan Museum Dayu, Gondangrejo, Karanganyar, Jumat (07/06) pagi
Bupati Karanganyar, Rina Iriani, bersama beberapa Kepala Satuan Kerja Perangakat Daerah (SKPD) meninjau pembangunan Museum Dayu, Gondangrejo, Karanganyar, Jumat (07/06) pagi

Karanganyar, Sabtu (08/06/2013)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar akan menyelesaikan proyek pembangunan Museum Dayu sebagai sarana wisata edukatif, bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Direncanakan pembangunan Muesum Dayu yang berada di desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar  akan selesai pada pertengahan 2014.

Nantinya, di museum tersebut terdapat beberapa ruangan yang terdiri dari ruang penyimpanan koleksi fosil purbakala, ruang pameran yang tedapat diorama fosil purbakala yang ditemukan di desa Dayu.

Selain itu Pemkab Karanganyar akan berupaya memindahkan sebagian fosil purbakala yang ditemukan, dari Museum Sangiran, Sragen,  ke Museum Dayu.  

“Kami akan memindahkan sebagian fosil purbakala dari Museum Sangiran ke Museum Dayu ini,” jelas Ismu Suprihatin, Kepala Seksi Museum, Kepurbakalaan, Sejarah dan Nilai Tradisi, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Jumat (07/06) pagi.

Menurut Ismu, desa Dayu mempunyai potensi nilai sejarah khususnya fosil purbakala karena warga di desa ini sering menemukan fosil. Terakhir  ditemukan fosil rahang dari gajah purba dan kepala kerbau lengkap.

“Masih banyak potensi fosil purbakala di daerah sini seperti hewan dan manusia purba. Kami juga minta kepada masyarakat apabila menemukan fosil apa saja maka diserahkan ke instansi terkait,” jelas Ismu.

Hal senanda juga diungkapkan oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani, yakni meminta agar warga setempat mau memberikan benda sejarah itu jika menemukan fosil purbakala.

“Apabila ada warga yang menemukan fosil purbakala, hendaknya jangan dijual. Karena itu sangat tinggi nilai historisnya. Lebih baik diserahkan ke museum saja,” jelas Bupati Rina Iriani, saat meninjau pembangunan Museum Dayu bersama beberapa Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Sedangkan Museum Dayu berdiri diatas lahan seluas 7000 m2, dengan luas tanah 11000 m2. Pembangunan museum ini sendiri ,menghabiskan dana kurang lebih 25 miliar yang berasal dari APBN.pd