PKL Dilarang Berjualan Di Trotoar

Bupati Karanganyar, Rina Iriani saat melihat pembenahan trotoar bersama beberapa Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah, Rabu (05/06) pagi.
Bupati Karanganyar, Rina Iriani saat melihat pembenahan trotoar bersama beberapa Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Rabu (05/06) pagi.

Karanganyar, Kamis (06/06/2013)

Menjelang penilaian Wahana Tata Nugraha, Pemkab Karanganyar terus berbenah meraih kembali Piala bergengsi dari Kementerian  Perhubungan untuk tahun 2013. Kali ini, dilakukan penataan pedagang kaki lima (PKL) dan pembuatan akses bagi difabel.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karanganyar, Mei Subroto, menjelaskan PKL akan diberikan surat pemberitahuan agar tidak berjualan di trotoar.

“Sampai saat ini pihak kami baru mengumpulkan KTP untuk pendataan. Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan ketua paguyuban,” jelas Mei Subroto.

Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) Bupati Karanganyar, Rina Iriani, Rabu (05/06) pagi, mengatakan fasilitas akses kursi roda harus dibuat karena salah satu rekomendasi yang diberikan Kementerian Perhubungan yakni perlunya akses kaum difabel.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Karanganyar, Didik Joko Bakdono, mengatakan pihaknya telah melakukan penataan dengan melandaikan trotoar di sepanjang jalan protokol. Trotoar itu dibenahi dengan membuat turunan agar landai dan bisa akses kursi roda.

“Pembenahan trotoar itu juga agar tidak terlalu tinggi dan bisa akses difabel” ujar Didik Joko Bakdono.

Selain itu, akan ditambah pula dengan pembangunan fasilitas ruang terbuka hijau di lahan bekas Kantor Perpustakaan dan TIC (Tourism Information Center).

Pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Harapannya pengerjaan itu bisa selesai sebelum penilaian WTN.pd