Tak Impor, Stok Beras Bulog 2013 Capai 2,6 Juta Ton

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan bersama Bupati Karanganyar Rina Iriani, panen raya padi, di Desa Jati, Jaten, Kabupaten Karanganyar, Minggu (24/03)
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan bersama Bupati Karanganyar Rina Iriani, panen raya padi, di Desa Jati, Jaten, Kabupaten Karanganyar, Minggu (24/03)

Karanganyar, Minggu (24/03/2013).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan kunjungi Kabupaten Karanganyar untuk Panen Padi Program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K) Sinergi BUMN PT Pertani (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) (Persero), di Desa Jati, Kecamatan Jaten, Minggu (24/03).

Dalam kesempatan tersebut, Dahlan mengatakan, ketersediaan beras secara Nasional di berbagai gudang Bulog, sampai dengan akhir tahun lalu mencapai 2,6 juta ton. Untuk itu, tahun ini Indonesia tidak akan melakukan impor beras. Pertimbangannya, kuota produksi beras dalam negeri sudah mencukupi kebutuhan. Di sisi lain, tahun ini Bulog memasuki musim panen dan melakukan pengadaan sebanyak 3,5 ton beras.”Kalau Bulog pada musim panen 2013 ini bisa mengadakan beras hingga 3,5 juta ton, maka telah memenuhi kebutuhan beras dalam negeri. Dengan begitu, kita tidak perlu impor beras lagi,” kata Dahlan, Minggu (24/03).

Terkait dengan impor beras tahun 2012, pada dasarnya pemerintah mengantongi keuntungan sebesar Rp 800 miliar. Namun, nominal tersebut dikembalikan lagi kepada petani. Imbasnya, harga beras tidak mengalami penurunan.

Guna membantu petani dalam melakukan pengeringan gabah, pihaknya melalui PT Pertani akan membangun 100 unit pengering padi yang tersebar di berbagai tempat. Rencana itu akan direalisasikan tahun ini dan diharapkan bisa membantu petani.

Pihaknya juga mengklaim sudah tidak ada lagi penumpukan pupuk di berbagai daerah. Indikasinya, Dahlan tidak lagi menerima laporan mengenai masalah tersebut. Alhasil, pihaknya menilai distribusi pupuk sudah baik dan tidak ada lagi oknum-oknum yang melakukan penimbunan. “Saya sekarang sudah tidak mendengar lagi ada pedagang yang melakukan penimbunan pupuk dan ini berarti sudah berjalan sesuai mekanisme yang diminta oleh petani,” katanya.

Di tempat yang sama, Bupati Karanganyar, Rina Iriani menyatakan, pihaknya sudah berupaya melakukan sinergisitas dengan semua pihak. Di antaranya petani, Gabungan Kelompok Pertanian (Gapoktan), penyuluh, pihak swasta dan dinas terkait. “Kami akan terus berupaya mendorong produktivitas padi, jagung, dan komoditas pangan lainnya,” kata Rina. pd