Pemkab Karanganyar Awasi Penggunaan Air Tanah

Sosialisasi Hemat Energi dan Air, di ruang Podang I, Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar, Selasa (05/03)
Sosialisasi Hemat Energi dan Air, di ruang Podang I, Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar, Selasa (05/03)

Karanganyar, Rabu (06/03)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menghimbau kepada pelaku usaha untuk melakukan penghematan air tanah. Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Energi Sumber  Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 15 Tahun 2012 tentang Penghematan Penggunaan Air Tanah dan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Karanganyar Nomor 6 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Air Tanah.

Mereka diminta melakukan penghematan karena per enam bulan sekali akan dilakukan penghitungan atau rekapitulasi penggunaan salah satu sumber daya alam (SDA) itu. Perhitungan itu dilakukan per semester, yakni periode Juli-Desember dan Januari-Juni. Merujuk dari Permen ESDM itu, pelaku usaha harus bisa melakukan penghematan rata-rata 10 persen.

Apabila melebihi 10 persen dari total penghematan, bupati/ walikota setempat akan memberikan surat pemberitahuan I dan II terkait pemborosan kepada pemilik usaha. Jika selama kurun waktu setahun masih juga tidak mengalami peningkatan, maka pemerintah akan memberikan disinsentif berupa pengumuman di media massa.

“Jika sanksi administrasi yakni berupa teguran sebanyak tiga kali tidak juga digubris, maka izinnya akan dicabut,” jelas Kepala Seksi Energi Sumber Daya Mineral, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Karanganyar, Aris Martopo dalam Sosialisasi Penghematan Energi dan Air di Podang 1, Sekretariat Daerah Karanganyar, Selasa (05/03).

Data Pemkab Karanganyar menyebutkan jika ada 350 pelaku usaha di 17 kecamatan. Di mana, untuk mencukupi kebutuhan air bersih, mereka tidak bekerja sama dengan PDAM Karanganyar, melainkan menggunakan air tanah. pd