Amdal Lalin Pembangunan Fly Over Palur

Karanganyar, Selasa (26/02/2013).

Polres Karanganyar menyebut masih banyak pelanggaran lalu lintas selama pelaksanaan pembangunan fly over tahap I. Guna mengantisipasi masalah yang sama, Polres meminta peran serta masyarakat dalam mewujudkan tertib berlalu lintas di Karanganyar.

Pernyataan itu disampaikan Kanit Dikyasa Polres Karanganyar, Aiptu Prasetyo dalam sosaliasasi pembangunan jalan layang tahap II di Kecamatan Jaten, Senin (25/2). Di mana, kendaraan yang melintas di kawasan Palur banyak yang tidak mengindahkan arahan dari rekayasa lalu lintas dan memilih untuk menerobos masuk di jalan pedesaan. Pihaknya berharap, catatan ketidaktertiban pengguna jalan tersebut tidak terulang pada tahap II proyek yang didanai oleh APBN itu.

“Oleh karena itu, ke depan kami berharap adanya dukungan penuh dari masyarakat demi menunjang kelancaran lalu lintas saat berlangsungnya proyek,” tegasnya. Tanpa adanya kesadaran itu, lanjut Prasetyo, upaya penertiban dengan cara merekayasa lalu lintas tidak akan berjalan lancar.

Sementara itu, Kabid Pengendalian dan Operasional (Dalops) Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Karanganyar, Joko Mulyono membenarkan jika ada dampak serius terkait kondisi arus lalu lintas di sekitar kawasan proyek. “Dalam pelaksanaan proyek selama dua bulan kemarin dampaknya memang cukup besar. Karena itu, ke depannya kami minta kepada pelaksana proyek bisa menyusun kajian amdal lalin terlebih dahulu sebelum proyek berjalan,” tegasnya.

Menindaklanjuti menumpuknya kendaraan di titik tertentu, pihaknya meminta kepada kontraktor dan konsultan perencana untuk mencermati dan mengananalisa lebih jauh tentang lalu lintas di sana. Jika sudah selesai, maka hal itu bisa dikonsultasikan kepada Dishubkominfo Karanganyar untuk pengeluaran izin Analisis mengenai Dampak Lingkungan Lalu Lintas (Amdalalin). “Dengan begitu maka kita bisa mengontrol lalu lintas di sana dan bisa mengakomodir keluhan dari masyarakat sekitar,” ujar dia lagi

Terkait dengan surat protes, Kapolsek Jaten, AKP Suryanto mengaku mendapatkan keluhan  masyarakat sebanyak empat kali. “Masyarakat mendesak agar kami membuka ruas jalan yang ditutup. Jadi kami minta ke depan konsep pengaturannya bisa lebih diperjelas lagi,” kata dia. pd