Karanganyar Peringati Baden Powell Day

Dua orang siswa sedang membuat miniatur perkemahan dengan galon bekas dalam perlombaan memperingati Baden Powell Day di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Minggu (17/02).
Dua orang siswa sedang membuat miniatur perkemahan dengan galon bekas dalam perlombaan memperingati Baden Powell Day di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Minggu (17/02).

Karanganyar, Senin (18/02/2013).

Sebanyak sembilan Gugus Depan (Gudep) Pramuka Ranting Kecamatan Karanganyar mengadakan Lomba Kreativitas untuk memperingati Baden Powell Day, Minggu (17/02) pagi. Lomba tersebut bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas dan menambah pengetahuan bagi anggota pramuka.

Lomba yang diadakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar mencakup hasta karya, pionering, LCTV, dan mading. Ketua Panitia Lomba, Wahyu Setiyono mengatakan, kegiatan itu diikuti oleh 63 orang yang berasal dari sembilan Gudep SMA / sederajat Ranting Kecamatan Karanganyar. Lomba itu, lanjut Wahyu, bisa meningkatkan kreativitas dari pada peserta yang notabene anggota pramuka. “Lomba hasta karya kami beri alokasi waktu selama 120 mnit, pionering 120 menit, LCTV 90 menit, mading 120 menit. Ini juga dapat meningkatkan keterampilan para anggota pramuka,” kata dia, kemarin.

Sementara itu, salah seorang peserta lomba, Elvi Qori Hidayati, siswa kelas X SMK 1 Karanganyar mengaku senang dengan adanya lomba ini. Dirinya yang semula tidak begitu suka dengan barang-barang bekas, kini justru memanfaatkannya untuk membuat keterampilan miniatur. Dirinya bersama Devi Novitasari, siswi kelas XI SMK 1 Karanganyar membuat miniatur suasana perkemahan dari galon bekas. “Saya dan Devi juga menggunakan sterofoam dan barang-barang bekas. Saya suka karena ini merupakan tantangan baru bagi saya,” tutur dia sambil membuat miniatur itu.

Dia bersama teman satu sekolahnya membutuhkan waktu sekitar satu Minggu. Di mana, kedua siswa itu membuat konsep kerajinan dan mengumpulkan alat dan bahan. Untungnya, usaha mereka didukung oleh guru dan teman-temannya. “Saya dibantu teman-teman untuk mengumpulkan barang-barang bekas untuk membuat miniatur itu,” katanya lagi.

.pd