PILKADES KARANGANYAR: Wabup Ingatkan Jangan Pilih Pemimpin Karena Duit

Wakil Bupati (wabub) Karanganyar, Paryono, berpesan agar rakyat tidak memilih pemimpin karena faktor uang semata. Dikhawatirkan jika pemilihan semacam itu yang dilakukan akan menuai kekecewaan di kemudian hari.

“Kalau memilih pemimpin hanya karena duit Rp5.000, nanti kalau pemimipin itu sesuka hati dalam melayani masyarakat, jangan protes menyalahkan dia. Karena Anda sudah dibeli dengan uang tersebut,” kata dia ketika meresmikan gedung serba guna RW 007, di Desa Tohudan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Minggu (10/2/2013).

Menurut dia jika pada pemilihan kepala desa (pilkades) dalam waktu dekat melakukan money politics, hendaknya harus diwaspadai. Sebab mereka dinilai hanya akan megelabuhi warga, karena kepala desa (kades) itu nantinya hanya akan memangku jabatan selama kurang lebih enam tahun. Sementara itu dana yang dikeluarkan pada pilkades, sering kali mencapai ratusan juta rupiah.

“Saya sering heran kalau ada kades yang yang memenangkan pemilihan mengeluarkan dana sampai Rp300 juta. Kalau cara dia bekerja lurus-lurus saja, dari mana mereka bisa mengembalikan dana yang digunakan pilkades tersebut?”

Pada bagian lain dia berharap warga memahami esensi pilkades. Karena itu jika di antara warga se-desa beda pilihan hendaknya mereka tetap harus saling menghormati. Dia mengimbau mereka yang berhasil memenangkan pertarungan pada pilkades, tidak jemawa dan tetap menghormati jago yang kalah. Sedangkan, kata dia, mereka yang kalah hendaknya legawa.

Sementara itu Camat Colomadu, Joko Budi Utomo menambahkan pada pilkades tahap II di wilayahnya yang rencananya digelar 21 Februari akan diikuti enam desa. Desa-desa itu adalah Tohudan, Gedongan, Bolon, Baturan, Ngasem dan Paulan.