Imlek, Warga Tionghoa Padati Taman Memorial Delingan

Taman Memorial Delingan Karanganyar ramai dikunjungi warga etnis Tionghoa pada perayaan Tahun Baru Imlek 2013, Minggu (10/2). Warga Tionghoa yang datang dari berbagai daerah tersebut bermaksud berziarah sekaligus mengirim doa kepada leluhurnya.

Salah seorang pengunjung, Ny Teguh Santosa menuturkan kedatangannya ke Taman Memorial Delingan sudah menjadi tradisi rutin setiap tahun. Sehabis menjalankan sembahyang, seluruh keluarga besarnya kemudian berkumpul dan mengirim doa di depan makam leluhur, Tan Djun Nie. “Di tempat ayah saya disemayamkan ini, kami selalu datang setiap tahunnya. Sebagian besar keluarga tinggal di Sragen dan saya sekeluarga datang langsung dari Purwodadi,” katanya.

Selain membakar hio dan memanjatkan doa di depan makam leluhur, seluruh keluarga yang hadir juga membakar uang-uangan kertas kuning dan baju. Sesuai keyakinan mereka, hal itu bertujuan untuk memberikan bekal kepada leluhur yang kini telah di alam sana. “Prosesi kirim doa kepada leluhur ini telah menjadi tradisi keluarga secara turun temurun. Kami sebagai generasi penerus harus menjaga dan melestarikannya,” terangnya.

Penjaga Taman Memorial Delingan, Gunadi mengutarakan pada puncak Tahun Baru Imlek 2013 ini memang banyak pengunjung yang datang dari berbagai daerah. Mereka merupakan keluarga besar dari leluhur yang dimakamkan di Taman Memorial Delingan. “Bahkan tadi pagi (kemarin) di sini sempat macet dan pengunjung harus antre untuk mengirim doa kepada leluhur mereka,” jelasnya.

Penjaga lainnya, Puter menambahkan ramainya kondisi di Taman Memorial Delingan pada perayaan Tahun Baru Imlek masihlah belum seberapa dibandingkan perayaan cengbeng pada akhir Maret nanti. “Kalau nanti pengunjung yang datang jauh lebih banyak, jumlahnya bisa mencapai lima kali lipat dari sekarang,” terangnya.