Produksi Cabai di Karanganyar Anjlok

Produksi cabai berbagai jenis di Karanganyar menurun hingga 30 persen pada akhir tahun 2012. Kondisi ini menyebabkan kelangkaan cabai di sejumlah pasar tradisonal yang berimbas pada melonjaknya harga cabai.

Seorang petani cabai di Desa Karang, Kecamatan Karangpandan, Marto Suwito,  saat ditemui, Kamis (24/1/2013) mengatakan biasanya, dia dapat memanen satu kwintal cabai merah dalam sekali panen. Namun kini ia hanya memperoleh sekitar 600-700 kilogram (kg) saat panen. Dalam setahun, dia biasa  memanen lima hingga enam kali.“Sejak tiga bulan terakhir produksi cabai merah merosot tajam karena cuaca.”

Hujan yang terjadi hampir setiap hari mengakibatkan genangan air di area ladang cabai. Genangan air tersebut mengakibatkan tanah lembek sehingga kadar humus di dalam tanah menurun. Tak hanya itu, tanaman cabai merah juga diserang penyakit kriting beberapa bulan terakhir. Sehingga menyebabkan gagal dipanen.

Otomatis, kondisi tersebut mengakibatkan harga cabai di sejumlah pasar tradisional melonjak . Harga cabai rawit merah di kalangan petani mencapai Rp22.000/kg, cabai merah besar Rp16.000/kg. Biasanya, cabai yang telah dipanen dibeli pedagang  dalam jumlah besar kemudian dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi. Mayoritas cabai tersebut dipasarkan di beberapa wilayah di Jateng seperti Kudus, Pati dan Wonogiri.

Sementara seorang pedagang di Pasar Jungke, Suratmi, menuturkan kenaikan harga cabai berbagai jenis terjadi sejak sebulan terakhir.Harga cabai merah keriting dipatok Rp17.000/kg sebelumnya berkisar antara Rp15.000/kg. Cabai rawit merah dijual Rp25.000/kg sebelumnya hanya Rp20.000/kg. Untuk cabai merah besar  Rp16.000/kg sebelumnya dipatok Rp11.000/kg.

“Jumlah stok cabai yang dikirim berkurang dan kedatangannya kerab terlambat,” imbuh Suratmi.