Jalanan Gelap, Ambulans Pembawa Jenazah Nyaris Masuk Jurang

Sebuah mobil ambulans yang sedang mengangkut jenazah Almarhumah Sawitri, 55, terperosok ke bibir jurang Kali Bagor di Dusun Daleman, Ploso, Jumapolo, Karanganyar, Sabtu (19/1/2013) malam. Beruntung mobil ambulans milik yayasan pengelola Masjid Jami’ Bintaro Jaya, DKI Jakarta itu, tidak terjun bebas ke dasar jurang dengan kedalaman mencapai sembilan meter tersebut. Badan mobil dengan pelat nomor kendaraan B 1722 CD itu nyangkut di bibir jurang.

Salah seorang saksi mata, Sriyanto mengatakan, saat kejadian mobil ambulans dikendarai oleh Haryono dan Wahyudi, 34. Mereka adalah sopir ambulans yang ditugaskan mengantar jenazah Sawitri, 55, asal Krayapan, Rejosari, Desa Jatisuko, Jatipuro, Karanganyar.

Saat kejadian mobil ambulans terdapat tiga penumpang bernama Luki Anggoro, Anwar dan suami dari almarhumah Sawitri. Mobil ambulans diberangkatkan ke rumah duka dari Daerah Bintaro Jaya, DKI Jakarta. Namun saat melintas di lokasi kejadian yang memang gelap gulita sekitar pukul 23.00 WIB, mobil ambulans keluar jalur. Beruntung badan kendaraan tersangkut di bibir jurang. “Saat itu kebetulan saya sedang lewat. Peristiwa ini menarik perhatian masyarakat sekitar yang kebetulan lewat maupun yang mendengar kabar kecelakaan tunggal tersebut,” kata Sriyanto.

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu. Warga yang kebetulan lewat membantu proses evakuasi korban dan jenazah Sawitri. Selanjutnya jenazah diangkut menggunakan mobil darurat ke rumah duka. Saksi mata lainnya, Heru, menuturkan, untuk evakuasi mobil ambulans baru dilakukan Minggu pagi, menggunakan mobil derek.

Menurutnya jalur yang dilintasi mobil ambulans memang berbahaya utamanya bagi yang belum hapal medan. Di kanan dan kiri jalan terdapat jurang menganga, ditambah lagi minimnya penerangan umum di sepanjang jalan. “Peristiwa ini sempat membuat banyak warga berkerumun,” ujarnya.

Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, melalui Kasatlantas AKP Suwarsi, mengaku tidak mendapatkan laporan perihal kecelakaan tersebut. Menurut dia untuk kecelakaan tunggal yang tidak memakan korban jiwa memang jarang dilaporkan. Apalagi lokasi kejadian berada di daerah pelosok seperti Jumantono.

 Sumber : http://www.solopos.com